Selamatkan Pesisir! GOW Bangka dan PT Timah Tanam Mangrove di Air Kantung, Bupati Tekankan Pentingnya Menjaga Alam
Admin IKP

SUNGAILIAT — Menjaga alam bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam harapan bagi masa depan. Di tengah pentingnya menjaga kelestarian pesisir, langkah nyata dilakukan melalui penanaman mangrove oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bangka yang berkolaborasi dengan PT Timah Tbk di Kolong AKHLAK Air Kantung, Sungailiat, Selasa (20/10/26).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Bangka, didampingi Inspektur Inspektorat, Kepala Bappeda, Kepala DP2KBP3A, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dindikpora, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Camat Sungailiat, serta Lurah Sungailiat.
Mangrove bukan sekadar tanaman di kawasan pesisir. Keberadaannya memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem, membantu mengurangi risiko abrasi, serta menyediakan habitat bagi berbagai jenis biota. Karena itu, upaya penanaman dan pemeliharaannya menjadi bagian penting dari kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Kolaborasi GOW Kabupaten Bangka dan PT Timah Tbk menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai unsur dalam menjaga alam. Pelestarian lingkungan membutuhkan kerja bersama, konsistensi, serta kesadaran bahwa sumber daya alam harus dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Bupati Bangka menekankan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar imbauan.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Penanaman mangrove ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Apa yang kita tanam hari ini merupakan bagian dari upaya menjaga alam dan mempersiapkan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujar Bupati Bangka.
Lebih dari sekadar kegiatan penanaman, aksi ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui langkah yang berkelanjutan. Bibit mangrove yang ditanam membutuhkan perawatan dan perhatian agar dapat tumbuh serta menjalankan fungsinya bagi ekosistem.
Keterlibatan organisasi wanita dalam kegiatan lingkungan juga memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap alam dapat tumbuh melalui berbagai elemen masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, gerakan menjaga lingkungan diharapkan semakin luas dan berkesinambungan.
Alam tidak hanya membutuhkan perhatian, tetapi juga tindakan. Setiap bibit yang ditanam menjadi simbol harapan, tetapi keberhasilan sesungguhnya ditentukan oleh kesungguhan dalam merawatnya hingga tumbuh dan memberi manfaat.
Melalui kegiatan ini, semangat pelestarian lingkungan di Kabupaten Bangka diharapkan terus menguat. Sebab, menjaga alam hari ini berarti ikut menjaga kehidupan esok hari.
Tanam mangrovenya, rawat pertumbuhannya, jaga pesisirnya. Langkah kecil yang dilakukan bersama dapat menjadi bagian dari perjuangan besar untuk masa depan lingkungan Bangka.


