Program PKG di Kabupaten Bangka, Sudah Layani 61,5 Persen Penduduk
Admin IKP

Sungailiat – Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Kesahatan Kabupaten Bangka menyelenggarakan rapat koordinasi, advokasi, dan evaluasi terkait pelaksanaan pemeriksaan kesahatan gratis (pkg) di Kabupaten Bangka Tahun 2026 bertempat di Ruang Pertemuan Rumah Makan Pangeran, Rabu (10/6/2026).
Program cek kesehatan gratis ini merupakan program prioritas Kemenkes 2025-2026, dan fokusnya untuk deteksi dini dan pencegahan penyakit menular serta penyakit tidak menular lainnya.
Bupati Bangka Fery Insani dalam sambutannya pada membuka acara ini mengatakan, program pemeriksaan kesehatan gratis sebagai salah satu program hasil terbaik cepat (phtc) telah memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Bangka.
“program ini menjadi instrumen penting dalam mendeteksi faktor risiko kesehatan sejak dini sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan dan penanganan yang lebih cepat dan tepat,” kata Fery Insani.
Beliau juga berharap melalui rapat koordinasi, advokasi, dan evaluasi ini, seluruh pemangku kepentingan dapat memanfaatkan hasil pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis sebagai dasar dalam menyusun langkah-langkah perbaikan dan strategi percepatan pencapaian target tahun 2026.
“Dengan koordinasi yang baik, komitmen yang kuat, dan kerja sama seluruh pihak, saya optimis target pemeriksaan kesehatan gratis Kabupaten Bangka tahun 2026 dapat tercapai dengan baik dan intervensi dini yang tepat dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” ucap Fery Insani.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Nora Sukma Dewi menjelaskan, bahwa untuk capaian target nasional kegiatan cek kesehatan gratis tahun 2026 sebesar 46 persen dari jumlah penduduk atau sebanyak 157.210 jiwa.
“Capaian CKG kita per tanggal 8 juni 2026 sebanyak 61,5 persen dan ini sudah melampaui, karena target minimalnya berada 157.000 jiwa. Saat ini kita sudah mencapai 166.000 jiwa dan itu berarti sudah melampai 50 persen,” jelas Nora.
Faktor tertinggi resiko di Kabupaten Bangka berada di penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes militus serta obesitas.
Photografer : Dolly
Penulis : Dolly
Editor : Khadafi
Sumber : Dinkominfotik





