Bupati Bangka dan Jajaran Forkopimda Sholat Idul Fitri di Masjid Agung Sungailiat

Sungailiat – Bupati Bangka H. Fery Insani menunaikan sholat Idul Fitri 1447 H di Masjid Agung Sungailiat, Sabtu (21/3/2026). Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti pelaksanaan sholat Idul Fitri bersama keluarga serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat.

Hari kemenangan ini sebagai momen untuk kembali ke fitrah, di mana seluruh umat saling bermaaf-maafan serta menumbuhkan cinta dan kasih sayang antar sesama.

Pelaksanaan sholat Idul Fitri berlangsung khusyuk, dipimpin oleh Ust. Yusup Mujar Robi sebagai imam dan khotib disampaikan oleh Prof. Dr. Rusydi Sulaiman M.Ag Jamaah tampak khidmat mengikuti seluruh rangkaian ibadah hingga selesai.

Dalam kesempatan rangkaian sholat Idul Fitri tersebut, Bupati menyampaikan pesan dan harapannya kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa Idul Fitri merupakan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, mensucikan hati dan pikiran, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

Di akhir penyampaiannya, atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka, pribadi, dan keluarga, Bupati mengucapkan, “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Minal Aidzin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.”

Usai pelaksanaan sholat, Bupati dan Pj Sekretaris Daerah bersama para pejabat lainnya tampak berbaur dengan masyarakat, saling bersalaman dan bermaaf-maafan dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.

Momentum ini menjadi simbol kuatnya persatuan dan kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Bangka yang lebih baik.

Media 1093
Media 1094
Media 1095

Safari Ramadhan Bupati Bangka di Sungailiat, Santuni Nelayan dan Anak Yatim

SUNGAILIAT — Kegiatan Safari Ramadhan yang dipimpin Bupati Bangka, Feri Insani, SE., MM., berlangsung khidmat di Masjid Al Falah, Lingkungan Nelayan 2, Kecamatan Sungailiat, Jumat (13/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah tidak hanya menggelar tausiyah keagamaan, tetapi juga menyerahkan santunan kepada keluarga nelayan serta anak yatim piatu.

Kegiatan Safari Ramadhan ini dihadiri oleh Danlanal Bangka, Kapolres Bangka, serta segenap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka.

 Kehadiran para pimpinan daerah dan unsur Forkopimda tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan.

Dalam sambutannya, Bupati Bangka Feri Insani mengatakan bahwa Safari Ramadhan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

“Melalui Safari Ramadhan ini kita ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Ramadhan adalah bulan penuh berkah, sehingga kita juga ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita, khususnya keluarga nelayan dan anak-anak yatim,” ujar Feri Insani.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan perhatian kepada masyarakat pesisir, termasuk keluarga nelayan yang memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah.

Menurutnya, kepedulian sosial seperti santunan kepada anak yatim dan keluarga nelayan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

“Semoga bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban dan membawa keberkahan bagi kita semua di bulan Ramadhan ini,” katanya.

Selain penyerahan santunan, kegiatan Safari Ramadhan tersebut juga diisi dengan tausiyah yang mengajak masyarakat untuk meningkatkan keimanan, memperkuat persaudaraan, serta memperbanyak amal kebaikan selama bulan suci Ramadhan.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Jamaah Masjid Al Falah bersama masyarakat sekitar tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Pemerintah Kabupaten Bangka berharap kegiatan Safari Ramadhan ini dapat terus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat di berbagai wilayah di Kabupaten Bangka.

Media 1097

Jelang Lebaran Idul Fitri, Bupati dan Wakil Bupati Bangka Monitor Stok dan Harga Bapokting

Sungailiat – Bupati Bangka Fery Insani yang didampingi Wakil Bupati Bangka Syahbudi dan Forkopimda Kabupaten Bangka bersama dinas terkait melakukan monitoring dan pengawasan harga Bapokting menjelang hari raya idul fitri, Kamis (12/3/26).

Monitoring dan pengawasan harga Bahan pokok penting tersebut sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang baik.

Bupati Bangka Fery Insani saat diwawancarai awak media dalam hal ini mengatakan soal harga barang pokok harganya aman terutama beras stoknya cukup tidak ada kenaikan harga.

“Untuk beras diperkirakan stoknya aman sampai lebaran tidak ada kenaikan harga sama sekali. Harga yang agak melonjak yaitu cabai kecil yang lokal dimana sebelumnya 75.000 perkilo sekarang sudah 100.000 perkilo, sedangkan cabai besar naik 5.000 rupiah,” kata Fery.

“sedangkan untuk ayam harganya mulai naik dan ayam ini sudah dikirim dari lampung artinya stok dikita tidak cukup,” ucapnya.

Bupati juga menjelaskan, tahun ini kami sedang membuat desain untuk melakukan renovasi pasar kite, dan tahun depan insya’allah sudah diusulkan anggaran sebesar 6 miliar.

“kita lihat sekarang keadaan pasar kite ini sudah sempit dan tidak layak. Saya harus terbuka dan harus disampaikan kepada pedagang di pasar kite pada tahun depan akan kita renovasi mohon dukungannya dan mudah mudahan pemda ada uang dan tidak terganggu perekonomi kita,” jelas Bupati.

Selain melakukan pemantau harga bahan pokok Bupati Bangka juga melakukan meninjau SPBU dan pangkalan gas elpiji. 

“Untuk bahan bakar minyak dan elpji stoknya aman dan masyarakat tidak perlu panik buying tentang beredarnya berita bahwa stok BBM hanya untuk 20 hari itu, kami sudah bertemu pihak SPBU dan mereka mejelaskan bahan bakar minyak di Kabupaten Bangka dipastikan aman sampai hari raya nanti,” kata Bupati.

Media 1099
Media 1100
Media 1101

Jelang Perayaan Idul Fitri, Pemkab Bangka Gelar Rakor Ketersedian Stok dan Bapokting

Sungailiat – Pemerintah Kabupaten Bangka menggelar Rapat Koordinasi dan High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi terkait Ketersediaan Stok dan Harga Barang Pokok Penting (Bapokting) di Wilayah Kabupaten Bangka.

Kegiatan tersebut di buka langsung oleh Bupati Bangka H. Fery Insani dan dihadiri oleh Pj Sekda Bangka Thony Marza serta Forkopimda Bangka, di Gedung Pertemuan Graha Maras, Rabu (11/03/2026).

“Kondisi saat ini berpotensi akan ada kenaikan harga bila tidak diantisipasi dengan baik, terutama terkait kesediaan pasokan, kelancaran distribusi serta stabilitas harga di pasaran,” kata Bupati saat memberikan sambutan

Lanjutya, saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan barang pokok mengalami peningkatan yang cukup besar.

“Nanti Pemerintah Kabupaten Bangka bersama Forkopimda berencana turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasar-pasar dan tempat distributor agar kita bisa memastikan ketersediaan stok atau ada lonjakan kenaikan harga bahan pokok,”pungkasnya
Media 1103

Pemkab Bangka Salurkan Bansos Bagi Keluarga Penerima Manfaat

Sungailiat – Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Sosial Kabupaten Bangka memberikan bantuan sosial yang direncanakan kepada keluarga penerima manfaat (kpm) secara simbolis kepada beberapa penerima yang terdata di DTSEN desil 1 dan 2 berupa bantuan sosial kebutuhan dasar yaitu beras 10 kilogram, Rabu (11/3/2026) bertempat di aula Dinas Sosial.

Bantuan  sosial kebutuhan dasar tersebut sering diberikan Pemerintah Kabupaten Bangka setiap tahun dan dianggarkan untuk meringankan beban bagi para penerima manfaat yang layak terutama menjelang hari raya idul fitri.

Wakil Bupati Bangka dalam sambutannya menjelaskan bahwa melalui program bantuan sosial ini pemerintah hadir tapi bukan untuk memberikan solusi yang instan dan bukan untuk menyelesaikan segalanya.

“Bantuin ini sebagai jaring pengaman soasial, penyaluran bantuan ini sebagai bentuk hadirnya negara untuk memastikan bahwa tidak ada warga kita yang tidak mendapatkan akses untuk memenuhi kebutuhan dasar temasuk mulai dari pangan,  kesehatan, pendidikan dan juga sanitasi,”jelas Syahbudin.

Menghapus kemiskinan ekstrim bukan tugas satu pihak saja atau pemerintah tapi harus kerja besar membutuhkan gotong royong antar pemerintah, masyarakat dan sektor swasta.

“bantuan ini juga sebagai penyemangat untuk tetap optimis dan berusaha memperbaiaki tarap hidup di masa yang akan datang, dan Pemerintah Bangka berkomitmen penyaluran ini tepat sasaran tepat jumlah dan tepat waktu,” ucap syahbudin.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangka Baharudin Bafa dalam laporannya mengatakan bahwa tahun ini yang menerima manfaat sebanyak 1205 penerima.

“penerima manfaat pada tahun ini turun dibandingkan dengan tahun lalu dikarenakan kondisi keuangan daerah kita tidak cukup baik saat ini. Namun demikian, penyaluran ini tidak serta merta langsung diberi kepada siapa yang perlu, akan tetapi pemberian bantuan ini kita pakai dasar aplikasi dalam sistem DTSEN yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrim yang mendapat bantuan”, kata Baharudin.

“Bantuin ini juga sebagai memberikan keringanan untuk mereka yang menjalankan hari raya idul fitri paling tidaknya dapat mengisi ketupat, dan mudah mudahan ini dapat memberikan manfaat kepada bapak ibu sekalian,” ucapnya.

Pemberian bantuan keluarga penerima manfaat pada desil 1 dan 2 tersebut diberikan kepada 2 kelurahan saja yaitu di Sungailiat dan Belinyu sedangkan untuk di desa sudah ada dana desa berupa BLT desa.

Media 1105

Safari Ramadhan ke Desa Kemuja, Pemkab Bangka Berikan Bantuan untuk Masjid dan Santunan Kaum Duafa

Mendo Barat – Rombongan Safari Ramadhan 1447 Hijriah Pemkab Bangka yang dipimpin langsung Bupati Bangka Fery Insani berkunjung ke Masjid Rahmatuddin, Desa Kemuja, Mendo Barat, Selasa (10/3/2026).

Pada kegiatan ini, Bupati Bangka memberikan bantuan kepada pengurus Masjid berupa peralatan sound system, vacum Cleaner, dan kipas angin. Juga kepada kaum duafa yang ada di Desa Kemuja. 

Pada sambutannya Bupati Bangka Fery Insani mengatakan bahwa dirinya selalu terkesan dengan Desa Kemuja dan masyarakatnya yang terkenal dengan desa santri. 

“Saya selalu mempunyai kesan dan rasa mendalam dengan kehidupan desa dan masyarakat Kemuja, yang religius dan penuh nuansa islami dan terkenal dengan desa santrinya, ” Ungkapnya. 

Selanjutnya Fery menjelaskan bahwa Pemkab Bangka akan berupaya membantu infrastruktur baik jalan maupun tempat ibadah di Desa Kemuja. 

“Mudah mudahan kedepannya Pemkab Bangka mempunyai anggaran untuk membantu infrastruktur di desa seluruh wilayah Kabupaten Bangka. Dan akan kita usahakan dan realisasikan jalan lingkar desa di Desa Kemuja, ” Jelas Fery. 

Kegiatan Safari Ramadhan ini awali dengan silaturahmi yang ditandai acara berbuka bersama, dilanjutkan Shalat Maghrib berjamaah. 

Pada kesempatan itu juga kegiatan Safari Ramadhan diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustad Dadang Abdul Muin, yang memberikan materi ceramah tentang golongan manusia tidak akan merugi di dunia. 

Kepada Desa Kemuja, Muhammad Sholehan dalam sambutannya mengatakan rasa terima kasih kepada Pemkab Bangka dan Bupati Bangka yang telah menempatkan Desa Kemuja menjadi tempat tujuan Safari Ramadhan tahun 1447 Hijriah. 

“Atas nama pemdes dan masyarakat Kemuja, selamat datang dan Terima kasih telah menempatkan desa Kemuja menjadi salah satu tujuan Safari Ramadhan tahun ini, ” Ungkapnya. 

Turut hadir dalam kegiatan ini, Pj Sekda Bangka Thony Marza, beberapa Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bank Sumsel Babel Syariah, Anggota Basnaz Bangka dan Camat Mendo Barat.

Media 1107
Media 1108
Media 1109

Bangka Berpacu Pertahankan Level Wistara: Evaluasi Ketat 9 Indikator Menuju Kabupaten Sehat 2027

Sungailiat – Upaya Bangka mempertahankan prestasi Swasti Saba Wistara memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Bangka bersama Forum Kabupaten Bangka Sehat kini melakukan evaluasi ketat terhadap sembilan indikator utama, demi memastikan Sungailiat dan seluruh kecamatan tetap berada di jalur pembangunan kesehatan yang progresif dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, S.IP., M.Tr.IP., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bangka dalam memperkuat kembali pencapaian indikator Forum Kabupaten Bangka Sehat. Hal tersebut disampaikannya pada acara evaluasi capaian target indikator Forum Kabupaten Bangka Sehat yang digelar di Rumah Makan Pangeran Sungailiat, Kamis (27/11/25).

Dalam kesempatan itu, Syahbudin menyampaikan bahwa pendekatan pembangunan berwawasan kesehatan telah terbukti ampuh dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih terarah. Ia juga menekankan mengenai pentingnya kolaborasi berbasis data dan bukti untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Pendekatan ini cukup ampuh dalam menyelenggarakan pembangunan pemerintah yang berwawasan kesehatan,” tuturnya.

Syahbudin menilai bahwa pembangunan kesehatan memiliki peran strategis dalam menciptakan kualitas sumber daya manusia yang berdampak langsung pada kemajuan masyarakat. 

Ia juga menambahkan bahwa dengan telah tercapainya status ODF, pemerintah berupaya melakukan evaluasi lanjutan dengan melihat capaian organisasi pada sembilan indikator dalam tatanan Kabupaten Sehat.

Adapun sembilan tatanan tersebut meliputi:
1. Kehidupan masyarakat sehat mandiri,
2. Permukiman dan lingkungan sehat,
3. Satuan pendidikan sehat,
4. Pasar sehat,
5. Pariwisata sehat,
6. Transportasi dan tertib lalu lintas jalan,
7. Perkantoran dan perindustrian sehat,
8. Penanganan bencana dan,
9. Pangan dan gizi

Wakil Bupati Bangka juga menekankan pentingnya mengaktifkan kembali program Car Free Day, rekayasa jalan, serta berbagai upaya kebersihan sebagai langkah menjadikan Sungailiat lebih bersih dan sehat. Selain itu, berbagai kegiatan pendukung lainnya akan terus dioptimalkan untuk memperkuat pencapaian target indikator.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Anggia Murni, menjelaskan bahwa kegiatan evaluasi tersebut diikuti oleh 50 orang ketua dan tim Forum Indonesia Sehat, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor.

Anggia Murni menjelaskan bahwa kegiatan evaluasi ini tidak hanya bertujuan menilai capaian indikator, tetapi juga memastikan bahwa seluruh tatanan Kabupaten Sehat benar-benar berjalan secara nyata di lapangan. 

Ia menegaskan bahwa Forum Kabupaten Bangka Sehat harus menjadi motor penggerak kolaborasi lintas sektor, bukan sekadar memenuhi laporan administratif.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa kolaborasi antarperangkat daerah merupakan unsur penting dalam mewujudkan Kabupaten Bangka Sehat. Ia menjelaskan bahwa terpenuhinya indikator pada setiap tatanan minimal sebesar 90 persen menjadi syarat utama untuk membawa Kabupaten Bangka mempertahankan level Swasti Saba Wistara.

Anggia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah harus mulai bersiap sejak tahun 2025 dan 2026, sebagai langkah menuju pengusulan verifikasi Kabupaten/Kota Sehat pada tahun 2027 oleh Kemendagri dan Kemenkes.

Lebih lanjut, ia berharap agar seluruh OPD pengampu tatanan Kabupaten Bangka Sehat dapat bersungguh-sungguh dalam menyiapkan dan mewujudkan berbagai kegiatan sesuai target yang telah ditetapkan dalam indikator tatanan, serta memastikan seluruh dokumen pendukungnya tersedia dengan baik.

“Kolaborasi perangkat daerah merupakan upaya penting untuk terwujudnya kabupaten Bangka sehat.  Dengan terpenuhinya. Indikator setiap tatanan minimal 90% dapat menghantarkan Kabupaten Bangka mempertahankan level swastisaba wistara,” tutup Anggi saat diwawancarai bangka.go.id.

Media 945

Bangka Perkuat Konsolidasi Tekan Stunting: Kepala Bappeda Ingatkan Semua Puskesmas Harus Hadir dan Kompak

Sungailiat – Dalam upaya menekan angka stunting yang masih menjadi ancaman kesehatan anak di Kabupaten Bangka, pemerintah daerah kembali menggelar deseminasi hasil pengukuran dan publikasi data stunting serta evaluasi pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan stunting. 

Suasana rapat yang berlangsung tegang namun penuh tekad itu digelar pada Rabu (26/11/25) di Ruang Wallet Emas lantai 3 Hotel Novilla, ketika Kepala Bappeda Pan BudPuskesmas mewakili Bupati Bangka menegaskan perlunya koordinasi lebih kuat dari seluruh Puskesmas.

Menurut Pan Budi, “Kepala Puskesmas penting hadir, ini membahas wilayah Puskesmas untuk prevalensi stunting lebih terkoordinat.” Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk memperlihatkan perkembangan prevalensi stunting di Kabupaten Bangka selama beberapa bulan terakhir. “Menunjukkan berapa hasil stunting kita berapa bulan terakhir. Kehadiran bapak ibu hari ini untuk menuntaskan stunting,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya keberlanjutan evaluasi lintas sektor. “Pertemuan evaluasi seperti ini harus terus dilaksanakan, ini adalah kerja sama, kolaborasi kita ke depan harus lebih kuat,” katanya.

Lebih jauh, Pan Budi mengingatkan bahwa persoalan stunting sangat kompleks dan dapat terjadi pada berbagai fase kehidupan. 

“Persoalan stunting ini banyak ya, mulai dari sebelum menikah, saat hamil, pola asuh dan gizi bagi anak,” jelasnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan konsistensi semua pihak. “Sedikit saja kita lengah, yang tidak stunting akan menjadi stunting,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, ia menyampaikan kabar baik bahwa prevalensi stunting di Bangka menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. “Kasus stunting di Bangka ini dari beberapa tahun terakhir turun 2 persen versi SSGI,” terangnya.

Acara evaluasi dan diseminasi tersebut diharapkan menjadi titik penguatan koordinasi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan penurunan stunting berjalan semakin efektif dan terukur di Kabupaten Bangka.

Sejalan dengan Bupati Bangka, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Anggia Murni, menegaskan bahwa penguatan intervensi harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Ia menyampaikan bahwa komitmen lintas sektor saja tidak cukup tanpa eksekusi yang tepat di lapangan, terutama oleh Puskesmas selaku koordinator program melibatkan posyandu dan kader PKK maupun kader kesehatan.

Anggia menjelaskan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan data yang akurat, penanganan terpadu, serta pengawasan yang konsisten. Ia menekankan bahwa intervensi tidak boleh hanya seremonial, melainkan harus menyasar keluarga dengan risiko tinggi.

Menurutnya, keberhasilan pemetaan kasus dan intervensi sangat bergantung pada ketepatan data yang dihimpun Puskesmas. Ia menambahkan bahwa setiap tenaga kesehatan harus memastikan bahwa edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang, hingga penanganan ibu hamil dan balita berjalan tanpa hambatan.

Anggia menegaskan bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan fondasi penting dalam memutus rantai stunting. Ia mengajak seluruh Puskesmas dan Kader PKK untuk memperkuat pelayanan hingga ke tingkat desa dan memastikan tidak ada satu pun anak berisiko stunting yang terlewat.

Media 941

Peringatan Hari Guru dan HUT Korpri di Kabupaten Bangka, Fery Insani Berikan Tumpeng kepada Pensiunan ASN

Sungailiat – Bupati Bangka Fery Insani memberikan potongan tumpeng kepada 10 orang ASN yang sudah Purna Bhakti di Tahun 2025, pada acara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Korpri Tahun 2025 di Kantor Bupati Bangka, Rabu (26/11/2025).

Pemberian potongan nasi tumpeng ini sebagai wujud apresiasi dan rasa terimakasih terhadap pengabdian mereka selama bertugas di Pemkab Bangka.

Acara tersebut digelar usai Upacara Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025, sekaligus peringatan HUT Korpri ke 54, dan HUT PGRI ke 80, dengan diikuti peserta dari unsur ASN, guru, pelajar, serta honorer dan masyarakat, dengan dipimpin langsung oleh Bupati Bangka sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, Bupati Fery insani menyampaikan apresiasi kepada seluruh Guru dan ASN atas komitmen dalam memajukan pendidikan serta pelayanan publik di daerah.

“Saya berharap guru ini tetap menjadi komponen terpenting bagi bangsa, solid berkarya dan melaksanakan pengabdian setulus-tulusnya untuk anak-anak generasi muda Kabupaten Bangka,”harap Bupati

Momentum Peringatan Hari Guru dan HUT PGRI Tahun ini, Fery menekankan pentingnya seluruh anggota Korpri dan PGRI untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, serta penguatan budaya literasi di sekolah.

“Kepada seluruh anggota Korpri dan tenaga pendidik untuk menjadikan momen ulang tahun ini sebagai cara memperbarui semangat dan meningkatkan kualitas pengabdian,” pungkasnya

Turut Hadir mengikuti Upacara, Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, Forkopimda Kabupaten Bangka, Sejumlah Pimpinan OPD, Camat, Lurah, dan tamu undangan turut mengikuti rangkaian upacara.
Media 937
Media 938
Media 939

Bupati Bangka Terima Kunjungan BPS Bangka, Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Sungailiat – Bupati Bangka Fery Insani terima kunjungan Plt. Kepala BPS Kabupaten Bangka Fahrudin bersama jajarannya, Senin (24/11/2025) di Ruang Kerja Bupati.

Dalam kunjungan tersebut Plt. BPS Kabupaten Bangka memberikan data statistik angka kemiskinan, ketenagakerjaan, IPM, serta inflasi yang ada di Kabupaten Bangka tahun 2025.

Bupati Bangka Fery Insani dalam hal ini menyabut baik kunjungan tersebut dan menuturkan bahwa ketika kita bicara program, kebijakan, dan membuat RJPMD maka referensinya berasal dari data BPS.

“kita tidak mungkin ngomong tanpa data karena sepanjang tidak ada data yang valid maka data BPS adalah data yang akurat. Ada beberapa referensi rujukan dalam membuat suatu kebijakan serta RJPMD yaitu data dari BPS, Bank Indonesia, dan dokumen perencanaan sebelumnya”, ucap Fery.

Perlu diketahui bahwa, menurut data BPS Kabupaten Bangka tahun 2025 angka kemiskinan di Bangka Belitung mengalami peningkatan.

Plt. Kepala BPS Kabupaten Bangka Fahrudin saat diwawancarai mengatakan bahwa angka kemiskinan yang ada di Pulau Bangka yaitu empat kabupaten dan satu kota mengalami kenaikan.

“Di Kabupaten Bangka sendiri menglami kenaikan namun tidak begitu parah, masih di bawah toleransi sedangkan angka pengangguran mengalami penurunan”, kata Fahrudin.

Fahrudin menambahkan, untuk tahun 2026 akan dilakukan sensus ekonomi yang akan dilaksanakan pada bulan juni hinga juli.

“setiap usaha yang ada di Kabupaten Bangka akan kita sensus, baik dari UMKM serta industry kecil, akan kita sensus, kecuali yang tidak kita sensus adalah pertanian, pemerintah, dan pemberi tenaga kerja semisalnya pekerja rumah tangga itu tidak kita sensus”, jelasnya.

Media 935