Hadiri Penanaman Bakau Peringatan Hari Lingkungan Hidup, Wakil Bupati Bangka Ajak Jaga Lingkungan Pesisir

Sungailiat – Wakil Bupati Bangka Syahbudin yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Boy Yandra menghadiri kegiatan penanaman pohon bakau di Pantai Takari Desa Rebo, Senin (8/6/2026).

Penanaman pohon yang diselenggarakan oleh PT. PLN Nusantara Power Service Unit PLTU Bangka tersebut sebagai aksi peduli lingkungan pada hari lingkungan hidup sedunia 5 juni 2026.

Wakil Bupati Bangka Syahbudin menganggap kegiatan penanaman pohon di pesisir pantai seperti ini sangat penting untuk memulihkan kondisi hutan bakau yang telah rusak oleh pertambangan.

“Untuk saat ini abrasi yang terjadi di pesisir pantai sudah cukup menghawatirkan dan abrasinya tinggi, mari sama sama kita peduli lingkungan, lingkungan yang baik akan menjanjikan kehidupan kita yang baik pula kedepannya,” kata Syahbudin.

“Menjaga lingkungan ini bukan hanya tugas pemerintah atau korporat saja, tetapi semua elemen masyarakat juga harus peduli kepada lingkungan ini,” ujar Syahbudin.

Manager PLN UPK Babel Anton Wibisono dalam hal ini mengatakan bahwa, pada hari ini kami ingin memastikan dari PLN harus memperhatikan lingkungan yang asri melalui penanaman pohon.

“Harapan kami kegiatan seperti penanaman pohon ini bisa diadakan secara rutin agar dapat menjaga alam kita dengan maksimal, dan pada kesempatan ini juga kita akan memberikan bantuan kepada Desa Rebo berupa bantuan alat kebersihan untuk Dinas LH kita bantu alat mini Chansaw, sedangkan untuk SD Negeri 23 Sungailiat bantuan tempat sampah” kata Anton Wibisono.

Sementara itu Manager dari pihak PLTU Air Anyir Igusti menerangkan bahwa kegiatan ini adalah salah satu aksi nyata peduli lingkungan di kawasan hutan lindung Pantai Takari Desa Rebo.

“Kegiatan hari ini kita melanjutkan program yang sudah ada sebelumnya yang tahun lalu kita lakukan di Pantai Kuala. Ini sebagai upaya untuk mengendalikan abrasi garis pantai dengan menanam pohon bakau sebanyak 500 batang,” terang Igusti.

Igusti menambahkan, penaman ini juga sebagai penyendali emisi untuk bumi, dan kita juga berharap kepada pengelola pantai dan warga sekitar, pohon yang sudah kita tanam ini kita rawat bersama.

“Kita akan melakukan monitoring dan evaluasi agar 500 pohon bakau yang ditanam ini tumbuh dan berguna sebagaimana mestinya,” ucap Igusti.

Photografer : Dolly
Penulis : Dolly
Editor : M. Khadafi
Sumber : Dinkominfotik

Pimpin Revitalisasi Lada Bangka, UGM Integrasikan Inovasi Agroengineering dan Adaptasi Iklim melalui Kolaborasi Internasional

Program “Integrasi Adaptasi Perubahan Iklim, Inovasi Agroengineering, dan Perencanaan Pembangunan Daerah untuk Keberlanjutan Perkebunan Lada Putih di Pulau Bangka” merupakan inisiatif strategis berbasis riset aplikatif dan pemberdayaan masyarakat yang dipimpin oleh Dr. Ngadisih, STP., M.Sc. dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM.

Program ini diorientasikan untuk merespons krisis produktivitas lada putih (sahang) di Pulau Bangka, di mana degradasi lingkungan akibat perubahan penggunaan lahan dan erosi telah merusak struktur tanah dan fungsi hidrologi lahan.

Kondisi ini diperburuk oleh perubahan iklim yang memicu peningkatan intensitas serangan hama, sehingga mengakibatkan penurunan drastis posisi Indonesia dalam pasar global dari price-maker menjadi price-taker. Sebagai instrumen untuk mensinergikan riset akademis dengan implementasi kebijakan, diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penyelarasan Visi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Perkebunan Lada Putih di Pulau Bangka” yang bertujuan merumuskan peta jalan (roadmap) revitalisasi lada sebagai basis kebijakan pembangunan daerah berbasis bukti (evidence-based policy).

Diawali dengan kegiatan pra-FGD berupa survei (1 Juni 2026 s.d 3 Juni 2026) ke beberapa kebun lada yang dilakukan bersama Bupati Bangka, H. Fery Insani SE, M.M., untuk memvalidasi kendala riil di tingkat petani. FGD dilaksanakan pada Kamis, 4 Juni 2026 di Pesona Bay Sungailiat Kabupaten Bangka melibatkan partisipasi aktif berbagai pemangku kepentingan, mulai dari BAPPEDA dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, perwakilan kelompok tani, hingga pakar lintas disiplin ilmu dari UGM yang mencakup bidang teknik pertanian, sistem informasi geografis dan iklim, dan bioekonomi.

Sambutan-sambutan disampaikan oleh Plt. Sekretaris Daerah, Drs. Asep Setiawan, dan Kepala BAPPEDA, Ir. Pan Budi Marwoto, M.Si., dan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerjasama dan Alumni FTP UGM Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P. Pengantar FGD disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng. Hadir sebagai narasumber FGD adalah Muhammad Chrisna Satriagasa, S.Si., M.Sc., M.Ec.Dev., Ph.D., serta mitra akademik internasional Prof. Dr. Rosnah Shamsudin dari Universiti Putra Malaysia yang memberikan perspektif global dalam aspek Process and Food Engineering. FGD melibatkan dosen dari Institut Pahlawan 12 (Dr. Darol Arkum, M.Si dan Dr. Widya Handini, B.Sc., M.Sc.) dan dosen Universitas Bangka Belitung (Robika, S.Si., M.Si dan Ir. Rudy Kurniawan, S.T., M.T.) sebagai fasilitator dalam diskusi kelompok kecil. Salah satu luaran FGD adalah kebutuhan jenis-jenis pelatihan untuk peningkatan kapasitas petani lada.

Akhir Juni 2027 mitra Priv.-Doz. Rebecca Hood-Nowotny, M.B.A., PhD dari Institute of Soil Research, BOKU University, akan bersinergi dengan tim UGM (Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., Ph.D., Dr.nat.techn. Rizki Maftukhah, S.T.P., M.Sc, Dr. Prieskarinda Lestari, S.T., IPM, dan Dr. Murtiningrum, S.T.P., M.Eng) memberikan pendampingan dan pelatihan terkait kesehatan tanah, irigasi, manajemen limbah pertanian, dan smart farming. Keterlibatan mahasiswa program Magister Teknik Pertanian dan mahasiswa Doktor BOKU University menjadi pilar krusial dalam proses pendampingan petani, pengumpulan data biofisik, dan transformasi pengetahuan secara berkelanjutan. Melalui pendekatan System of Systems, program ini diharapkan mampu mengembalikan kedaulatan ekonomi lada  Bangka sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan penanganan perubahan iklim.

Kepala BPKP Babel Tinjau Gedung Koperasi Merah Putih Jelitik

Sungailiat – Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Deddy Yudistira bersama anggota melakukan peninjauan Koperasi Merah Putih yang berlokasi di Kelurahan Jeliti Kecamatan Sungailiat, Rabu (3/6/2026).

Peninjauan yang dilakukan oleh BPKP Provinsi ini juga di hadiri langsung Plt. Sekda Bangka Asep Setiawan, Camat Sungailiat Lingga Pranata, Lurah Jeliti Sri Juniarti serta ketua satgas koperasi merah putih dan beberapa anggota koperasi.

Plt. Sekda Bangka Asep Setiawan menerangkan bahwa dalam peninjauan yang dilakukan pihak BPKP ini akan ada yang dikoreksi oleh mereka serta kendala yang ada disini dapat diselesaikan.

“Target Kopdes ini kan harusnya bulan agustus ini sudah clear semua, dan kita dari Pemerintah Kabupaten Bangka tetap mendukung dan bantu. Di Kabupaten Bangka sendiri terdapat 81 titik yang harus diselesaikan secara bertahap”, terang Asep Setiawan.

Asep Setiawan juga menambahkan, untuk saat ini sebanyak 46 titik yang sudah dibangun, namun proses pembangunan fisiknya belum mencapai 100 persen, dan yang sudah selesai 100 persen baru di Kelurahan Jelitik.

“Rata rata keterlambatan pembangunan Kopdes Merah Putih ini terhambat oleh posisi lahan”, ucap Asep Setiawan.

Sementara itu Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Deddy Yudistira saat di wawancarai awak media menjelaskan, kegiatan pemantauan dan monitor yang kami lakukan ini memang langsung diinstruksi dari pusat.

“Pemantauan yang kita lakukan ini baru pertama kali, kami melihat kondisi fisik bangunan ini lumayan baik dan dari lokasi Kopdes ini juga masih menjanjikan, tinggal tergantung pengurus koperasi nantinya bagaimana memajukan koperasi ini dengan fasilitas yang sudah tersedia jangan sampai terbengkalai”, kata Deddy Yudistira.

Perlu diketahui bahwa masing masing babinsa akan bertanggungjawab terhadap satu Kopdes Merah Putih yang di dirikan di setiap desa dan kelurahan.

“Kami dari BPKP mempunyai catatan khusus hanya satu yaitu, memastikan bahwa kepemilikan Kopdes ini sudah clear termasuk dokumentasinya, seperti Kopdes jelitik ini di didirikan di tanah lingkungan dan kategorinya apa, apakah tanah desa, tanah pemerintah daerah, atau tanah wakaf jadi semuanya harus jelas surat menyuratnya dan persetujuan dari masyarakatnya agar tidak terjadi perselisihan dikemudian hari jadi semuanya harus clear and clean ”, terang Deddy Yudistira.

Photografer : Dolly
Penulis : Dolly
Editor : M. Khadafi
Sumber : Dinkominfotik

Pemkab Bangka Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Di Pimpin Langsung Bupati Bangka H. Fery Insani

Sungailiat – Bupati Bangka H. Fery Insani memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Bupati Bangka, Senin (1/6/2026).


Upacara tersebut dihadiri, Wakil Bupati Bangka Syahbudin S.IP, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka,  staf ahli bupati, asisten di lingkup sekretariat, kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua organisasi kemasyarakatan, aparatur sipil negara, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati  membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Dalam amanatnya disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” ungkapnya.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dirinya juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta terus menjaga persatuan dalam keberagaman.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di Kabupaten Bangka melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.