Sungailiat – Pemereintah Kabupaten Bangka melakukan tradisi ngangung sepintu sedulang dalam rangka HUT Kota Sungailiat ke 260 yang dilaksanakan di Gedung Sepintu Sedulang, Senin (27/4/2026).
Ngangung pada tahun ini terdapat 365 dulang yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan Sungailiat, RSUD, PDAM, dan beberapa masjid yang ada di Sungailiat.
Camat Sungailiat Lingga Pranata saat di wawancarai pihak media menjelaskan, kegiatan nganggung yang kita hadiri hari ini untuk memperingati HUT Kota Sungailiat dan rutin kita adakan setiap tahunnya.
“Sesuai kehendak Bupati Bangka Fery Insani beliau ingin membangun Kabupaten Bangka ini dengan rasa harmoni dan kita maknai semua ini dengan keharmonisan sesama kita, serta juga seluruh masyarakat Kabupaten Bangka,” jelas Lingga.
Menurut Lingga arti sepintu sedulang itu lebih menekankan arti kebersamaan, satu sama lainnya menanggung ringan dan beratnya kita tangung bersama sama.
Acara nganggun ini merupakan rangkai acara dari pada HUT Kota Sungailiat dimana acara dimulai dari rapat paripurna dilanjutkan dengan tablik akbar, khataman alquran yang diikuti oleh anak pelajar sebanyak 260 pelajar yang menandai tahun ke 260 Kota Sungailiat.
Photografer : Dolly Penulis : Dolly Editor : M. Khadafi Sumber : Dinkominfotik
Sungailiat – Salah satu warga Dusun Kumpai, Desa Ripan, Kecamatan Belinyu, atas nama Nenti secara sukarela mengajukan pengunduran diri sebagai penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Sebelumnya, yang bersangkutan tercatat sebagai penerima program bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Pengunduran diri ini diajukan bersamaan dengan kedatangannya di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Bangka, Kamis (23/4/2026), dengan disambut langsung Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangka, Bahrudin.
Pada kesempatan tersebut, Bahrudin menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang patut diapresiasi. Hal ni merupakan contoh kesadaran social yang baik dengan melihat kondisi ekonomi ada yang lebih membutuhkan.
“Masih banyak masyarakat di sekitar kita yang secara kondisi ekonomi lebih membutuhkan. Ketika ada warga yang secara sadar mengundurkan diri tanpa paksaan, ini menjadi contoh nyata nilai kemanusiaan dan kejujuran,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut dilakukan secara sukarela tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Proses ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan sosial dapat tepat sasaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa bansos sejatinya bukan untuk menjadi sumber penghasilan tetap, melainkan sebagai stimulan atau pendorong agar masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraan secara mandiri. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat yang sudah merasa mampu dapat mengikuti langkah serupa.
“Bantuan sosial adalah pemicu semangat, bukan ketergantungan. Ketika kondisi sudah membaik, memberikan kesempatan kepada yang lebih membutuhkan adalah langkah yang sangat mulia,” tambahnya.
Kepala Dinas Sosial berharap langkah yang dilakukan oleh Nenti dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya, sehingga penyaluran bantuan sosial ke depan semakin tepat sasaran dan mampu menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan. (Humas Dinsos)
warga Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Nenty secara sukarela menyatakan pengunduran diri sebagai penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan diterima Kepala Dinas Sosial Kab Bangka Bahrudin, di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Bangka, Kamis (23/4/2026) (Foto : Humas Dinsos)
Sungailiat – Bupati Bangka Hadiri undangan peresmian Pabrik PT. Mitra Bangka Semesta yang bertempat di Kawasan Industri Jelitik Sungailiat, Jumat (24/4/2026).
PT. Mitra Bangka Semesta tersebut bergerak dalam bidang usaha atau kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Bijih Timah (Smelter).
Bupati Bangka Fery Insani dalam hal ini menjelaskan bahwa indikator daerah itu maju semakin banyaknya investor yang menanamkan modalnya di daerah tersebut dan juga kita harus mendukung dan tidak punya alasan kita untuk menghambat, mempersulit dan menolak.
“mencari orang untuk berinvestasi ke kita itu susah, tidak mudah. Saya berterimakasih sekali kepada para investor yang hari ini mau bermitra dengan Pemkab Bangka, mudah mudahan smelter ini berkembang dengan baik dan juga hilirisasinya juga berjalan baik,” jelas Bupati.
Menurut Fery Insani pendirian pabrik ini selama dia tidak melanggar aturan akan kita berikan izin.
“Untuk pendirian pabrik industri ini Perjanjian Pemakaian Lahan Bersama (PPLB) Legal Opinion (LO) nya sudah dikeluarkan oleh Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan ini yang berhasil,” Ucap Fery Insani.
“Untuk pekerjanya ini nanti perusahaannya harus bijak jangan dari daerah mana mana kecuali yang benar benar ahli dalam bidangnya itu seperti teknologi tanur memang harus dari luar, kalau seperti security, klerek, manageman logistik jangan lah dari luar cukup orang yang dari sekitar sini saja dan saya tegaskan bupati tidak ada titip menitip orang yang bekerja disini,” katanya.
Dalam hal ini juga PT. Mitra Bangka Semesta memberikan bantuan berupa lampu jalan sebanyak 75 unit yang akan di pasang pada titik titik jalan yang dibutuhkan.
Sementara itu komisaris PT. Mitra Bangka Semesta Wanto saat diwawancarai pihak media mengatakan bahwa pabrik smelter ini kita dirikan untuk membangkit perekonomian yang ada di pulau bangka khususnya Kabupaten Bangka.
“Yang paling utama pendirian pabrik ini sebagai pendapatan PAD bagi pemda tersebut, dan juga untuk merekrut tenaga kerja yang banyak lagi, khususnya pekerja lokal dan saya sendiri adalah asli orang bangka sudah 20 tahun berkecimpung di bidang ini,” kata Wanto.
Pembangunan Pabrik juga sudah berkoordinasi bersama Gubernur Bangka Belitung dan juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Babel .Kegiatan ini mengacu pada KBLI 24202 (Industri Pembuatan Logam Dasar Bukan Besi), berlokasi di Kelurahan Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, dengan luas lahan 24.900 m² sesuai PKKPR.
“Kami membangun ini juga untuk kemaslahatan kita bersama untuk perekonomian kita semua, kalaupun ada hal hal yang kurang kami juga minta masukan dari pemerintah daerah, dengan segala macamnya kami siap,” tuturnya.
Photografer : Diaz Penulis : Dolly Editor : M. Khadafi