Jelang Perayaan Idul Fitri, Pemkab Bangka Gelar Rakor Ketersedian Stok dan Bapokting

Sungailiat – Pemerintah Kabupaten Bangka menggelar Rapat Koordinasi dan High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi terkait Ketersediaan Stok dan Harga Barang Pokok Penting (Bapokting) di Wilayah Kabupaten Bangka.

Kegiatan tersebut di buka langsung oleh Bupati Bangka H. Fery Insani dan dihadiri oleh Pj Sekda Bangka Thony Marza serta Forkopimda Bangka, di Gedung Pertemuan Graha Maras, Rabu (11/03/2026).

“Kondisi saat ini berpotensi akan ada kenaikan harga bila tidak diantisipasi dengan baik, terutama terkait kesediaan pasokan, kelancaran distribusi serta stabilitas harga di pasaran,” kata Bupati saat memberikan sambutan

Lanjutya, saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan barang pokok mengalami peningkatan yang cukup besar.

“Nanti Pemerintah Kabupaten Bangka bersama Forkopimda berencana turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasar-pasar dan tempat distributor agar kita bisa memastikan ketersediaan stok atau ada lonjakan kenaikan harga bahan pokok,”pungkasnya
Media 1103

Pemkab Bangka Salurkan Bansos Bagi Keluarga Penerima Manfaat

Sungailiat – Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Sosial Kabupaten Bangka memberikan bantuan sosial yang direncanakan kepada keluarga penerima manfaat (kpm) secara simbolis kepada beberapa penerima yang terdata di DTSEN desil 1 dan 2 berupa bantuan sosial kebutuhan dasar yaitu beras 10 kilogram, Rabu (11/3/2026) bertempat di aula Dinas Sosial.

Bantuan  sosial kebutuhan dasar tersebut sering diberikan Pemerintah Kabupaten Bangka setiap tahun dan dianggarkan untuk meringankan beban bagi para penerima manfaat yang layak terutama menjelang hari raya idul fitri.

Wakil Bupati Bangka dalam sambutannya menjelaskan bahwa melalui program bantuan sosial ini pemerintah hadir tapi bukan untuk memberikan solusi yang instan dan bukan untuk menyelesaikan segalanya.

“Bantuin ini sebagai jaring pengaman soasial, penyaluran bantuan ini sebagai bentuk hadirnya negara untuk memastikan bahwa tidak ada warga kita yang tidak mendapatkan akses untuk memenuhi kebutuhan dasar temasuk mulai dari pangan,  kesehatan, pendidikan dan juga sanitasi,”jelas Syahbudin.

Menghapus kemiskinan ekstrim bukan tugas satu pihak saja atau pemerintah tapi harus kerja besar membutuhkan gotong royong antar pemerintah, masyarakat dan sektor swasta.

“bantuan ini juga sebagai penyemangat untuk tetap optimis dan berusaha memperbaiaki tarap hidup di masa yang akan datang, dan Pemerintah Bangka berkomitmen penyaluran ini tepat sasaran tepat jumlah dan tepat waktu,” ucap syahbudin.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangka Baharudin Bafa dalam laporannya mengatakan bahwa tahun ini yang menerima manfaat sebanyak 1205 penerima.

“penerima manfaat pada tahun ini turun dibandingkan dengan tahun lalu dikarenakan kondisi keuangan daerah kita tidak cukup baik saat ini. Namun demikian, penyaluran ini tidak serta merta langsung diberi kepada siapa yang perlu, akan tetapi pemberian bantuan ini kita pakai dasar aplikasi dalam sistem DTSEN yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrim yang mendapat bantuan”, kata Baharudin.

“Bantuin ini juga sebagai memberikan keringanan untuk mereka yang menjalankan hari raya idul fitri paling tidaknya dapat mengisi ketupat, dan mudah mudahan ini dapat memberikan manfaat kepada bapak ibu sekalian,” ucapnya.

Pemberian bantuan keluarga penerima manfaat pada desil 1 dan 2 tersebut diberikan kepada 2 kelurahan saja yaitu di Sungailiat dan Belinyu sedangkan untuk di desa sudah ada dana desa berupa BLT desa.

Media 1105

Safari Ramadhan ke Desa Kemuja, Pemkab Bangka Berikan Bantuan untuk Masjid dan Santunan Kaum Duafa

Mendo Barat – Rombongan Safari Ramadhan 1447 Hijriah Pemkab Bangka yang dipimpin langsung Bupati Bangka Fery Insani berkunjung ke Masjid Rahmatuddin, Desa Kemuja, Mendo Barat, Selasa (10/3/2026).

Pada kegiatan ini, Bupati Bangka memberikan bantuan kepada pengurus Masjid berupa peralatan sound system, vacum Cleaner, dan kipas angin. Juga kepada kaum duafa yang ada di Desa Kemuja. 

Pada sambutannya Bupati Bangka Fery Insani mengatakan bahwa dirinya selalu terkesan dengan Desa Kemuja dan masyarakatnya yang terkenal dengan desa santri. 

“Saya selalu mempunyai kesan dan rasa mendalam dengan kehidupan desa dan masyarakat Kemuja, yang religius dan penuh nuansa islami dan terkenal dengan desa santrinya, ” Ungkapnya. 

Selanjutnya Fery menjelaskan bahwa Pemkab Bangka akan berupaya membantu infrastruktur baik jalan maupun tempat ibadah di Desa Kemuja. 

“Mudah mudahan kedepannya Pemkab Bangka mempunyai anggaran untuk membantu infrastruktur di desa seluruh wilayah Kabupaten Bangka. Dan akan kita usahakan dan realisasikan jalan lingkar desa di Desa Kemuja, ” Jelas Fery. 

Kegiatan Safari Ramadhan ini awali dengan silaturahmi yang ditandai acara berbuka bersama, dilanjutkan Shalat Maghrib berjamaah. 

Pada kesempatan itu juga kegiatan Safari Ramadhan diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustad Dadang Abdul Muin, yang memberikan materi ceramah tentang golongan manusia tidak akan merugi di dunia. 

Kepada Desa Kemuja, Muhammad Sholehan dalam sambutannya mengatakan rasa terima kasih kepada Pemkab Bangka dan Bupati Bangka yang telah menempatkan Desa Kemuja menjadi tempat tujuan Safari Ramadhan tahun 1447 Hijriah. 

“Atas nama pemdes dan masyarakat Kemuja, selamat datang dan Terima kasih telah menempatkan desa Kemuja menjadi salah satu tujuan Safari Ramadhan tahun ini, ” Ungkapnya. 

Turut hadir dalam kegiatan ini, Pj Sekda Bangka Thony Marza, beberapa Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bank Sumsel Babel Syariah, Anggota Basnaz Bangka dan Camat Mendo Barat.

Media 1107
Media 1108
Media 1109

Bangka Berpacu Pertahankan Level Wistara: Evaluasi Ketat 9 Indikator Menuju Kabupaten Sehat 2027

Sungailiat – Upaya Bangka mempertahankan prestasi Swasti Saba Wistara memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Bangka bersama Forum Kabupaten Bangka Sehat kini melakukan evaluasi ketat terhadap sembilan indikator utama, demi memastikan Sungailiat dan seluruh kecamatan tetap berada di jalur pembangunan kesehatan yang progresif dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, S.IP., M.Tr.IP., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bangka dalam memperkuat kembali pencapaian indikator Forum Kabupaten Bangka Sehat. Hal tersebut disampaikannya pada acara evaluasi capaian target indikator Forum Kabupaten Bangka Sehat yang digelar di Rumah Makan Pangeran Sungailiat, Kamis (27/11/25).

Dalam kesempatan itu, Syahbudin menyampaikan bahwa pendekatan pembangunan berwawasan kesehatan telah terbukti ampuh dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih terarah. Ia juga menekankan mengenai pentingnya kolaborasi berbasis data dan bukti untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Pendekatan ini cukup ampuh dalam menyelenggarakan pembangunan pemerintah yang berwawasan kesehatan,” tuturnya.

Syahbudin menilai bahwa pembangunan kesehatan memiliki peran strategis dalam menciptakan kualitas sumber daya manusia yang berdampak langsung pada kemajuan masyarakat. 

Ia juga menambahkan bahwa dengan telah tercapainya status ODF, pemerintah berupaya melakukan evaluasi lanjutan dengan melihat capaian organisasi pada sembilan indikator dalam tatanan Kabupaten Sehat.

Adapun sembilan tatanan tersebut meliputi:
1. Kehidupan masyarakat sehat mandiri,
2. Permukiman dan lingkungan sehat,
3. Satuan pendidikan sehat,
4. Pasar sehat,
5. Pariwisata sehat,
6. Transportasi dan tertib lalu lintas jalan,
7. Perkantoran dan perindustrian sehat,
8. Penanganan bencana dan,
9. Pangan dan gizi

Wakil Bupati Bangka juga menekankan pentingnya mengaktifkan kembali program Car Free Day, rekayasa jalan, serta berbagai upaya kebersihan sebagai langkah menjadikan Sungailiat lebih bersih dan sehat. Selain itu, berbagai kegiatan pendukung lainnya akan terus dioptimalkan untuk memperkuat pencapaian target indikator.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Anggia Murni, menjelaskan bahwa kegiatan evaluasi tersebut diikuti oleh 50 orang ketua dan tim Forum Indonesia Sehat, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor.

Anggia Murni menjelaskan bahwa kegiatan evaluasi ini tidak hanya bertujuan menilai capaian indikator, tetapi juga memastikan bahwa seluruh tatanan Kabupaten Sehat benar-benar berjalan secara nyata di lapangan. 

Ia menegaskan bahwa Forum Kabupaten Bangka Sehat harus menjadi motor penggerak kolaborasi lintas sektor, bukan sekadar memenuhi laporan administratif.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa kolaborasi antarperangkat daerah merupakan unsur penting dalam mewujudkan Kabupaten Bangka Sehat. Ia menjelaskan bahwa terpenuhinya indikator pada setiap tatanan minimal sebesar 90 persen menjadi syarat utama untuk membawa Kabupaten Bangka mempertahankan level Swasti Saba Wistara.

Anggia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah harus mulai bersiap sejak tahun 2025 dan 2026, sebagai langkah menuju pengusulan verifikasi Kabupaten/Kota Sehat pada tahun 2027 oleh Kemendagri dan Kemenkes.

Lebih lanjut, ia berharap agar seluruh OPD pengampu tatanan Kabupaten Bangka Sehat dapat bersungguh-sungguh dalam menyiapkan dan mewujudkan berbagai kegiatan sesuai target yang telah ditetapkan dalam indikator tatanan, serta memastikan seluruh dokumen pendukungnya tersedia dengan baik.

“Kolaborasi perangkat daerah merupakan upaya penting untuk terwujudnya kabupaten Bangka sehat.  Dengan terpenuhinya. Indikator setiap tatanan minimal 90% dapat menghantarkan Kabupaten Bangka mempertahankan level swastisaba wistara,” tutup Anggi saat diwawancarai bangka.go.id.

Media 945

Bangka Perkuat Konsolidasi Tekan Stunting: Kepala Bappeda Ingatkan Semua Puskesmas Harus Hadir dan Kompak

Sungailiat – Dalam upaya menekan angka stunting yang masih menjadi ancaman kesehatan anak di Kabupaten Bangka, pemerintah daerah kembali menggelar deseminasi hasil pengukuran dan publikasi data stunting serta evaluasi pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan stunting. 

Suasana rapat yang berlangsung tegang namun penuh tekad itu digelar pada Rabu (26/11/25) di Ruang Wallet Emas lantai 3 Hotel Novilla, ketika Kepala Bappeda Pan BudPuskesmas mewakili Bupati Bangka menegaskan perlunya koordinasi lebih kuat dari seluruh Puskesmas.

Menurut Pan Budi, “Kepala Puskesmas penting hadir, ini membahas wilayah Puskesmas untuk prevalensi stunting lebih terkoordinat.” Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk memperlihatkan perkembangan prevalensi stunting di Kabupaten Bangka selama beberapa bulan terakhir. “Menunjukkan berapa hasil stunting kita berapa bulan terakhir. Kehadiran bapak ibu hari ini untuk menuntaskan stunting,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya keberlanjutan evaluasi lintas sektor. “Pertemuan evaluasi seperti ini harus terus dilaksanakan, ini adalah kerja sama, kolaborasi kita ke depan harus lebih kuat,” katanya.

Lebih jauh, Pan Budi mengingatkan bahwa persoalan stunting sangat kompleks dan dapat terjadi pada berbagai fase kehidupan. 

“Persoalan stunting ini banyak ya, mulai dari sebelum menikah, saat hamil, pola asuh dan gizi bagi anak,” jelasnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan konsistensi semua pihak. “Sedikit saja kita lengah, yang tidak stunting akan menjadi stunting,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, ia menyampaikan kabar baik bahwa prevalensi stunting di Bangka menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. “Kasus stunting di Bangka ini dari beberapa tahun terakhir turun 2 persen versi SSGI,” terangnya.

Acara evaluasi dan diseminasi tersebut diharapkan menjadi titik penguatan koordinasi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan penurunan stunting berjalan semakin efektif dan terukur di Kabupaten Bangka.

Sejalan dengan Bupati Bangka, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Anggia Murni, menegaskan bahwa penguatan intervensi harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Ia menyampaikan bahwa komitmen lintas sektor saja tidak cukup tanpa eksekusi yang tepat di lapangan, terutama oleh Puskesmas selaku koordinator program melibatkan posyandu dan kader PKK maupun kader kesehatan.

Anggia menjelaskan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan data yang akurat, penanganan terpadu, serta pengawasan yang konsisten. Ia menekankan bahwa intervensi tidak boleh hanya seremonial, melainkan harus menyasar keluarga dengan risiko tinggi.

Menurutnya, keberhasilan pemetaan kasus dan intervensi sangat bergantung pada ketepatan data yang dihimpun Puskesmas. Ia menambahkan bahwa setiap tenaga kesehatan harus memastikan bahwa edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang, hingga penanganan ibu hamil dan balita berjalan tanpa hambatan.

Anggia menegaskan bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan fondasi penting dalam memutus rantai stunting. Ia mengajak seluruh Puskesmas dan Kader PKK untuk memperkuat pelayanan hingga ke tingkat desa dan memastikan tidak ada satu pun anak berisiko stunting yang terlewat.

Media 941

Peringatan Hari Guru dan HUT Korpri di Kabupaten Bangka, Fery Insani Berikan Tumpeng kepada Pensiunan ASN

Sungailiat – Bupati Bangka Fery Insani memberikan potongan tumpeng kepada 10 orang ASN yang sudah Purna Bhakti di Tahun 2025, pada acara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Korpri Tahun 2025 di Kantor Bupati Bangka, Rabu (26/11/2025).

Pemberian potongan nasi tumpeng ini sebagai wujud apresiasi dan rasa terimakasih terhadap pengabdian mereka selama bertugas di Pemkab Bangka.

Acara tersebut digelar usai Upacara Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025, sekaligus peringatan HUT Korpri ke 54, dan HUT PGRI ke 80, dengan diikuti peserta dari unsur ASN, guru, pelajar, serta honorer dan masyarakat, dengan dipimpin langsung oleh Bupati Bangka sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, Bupati Fery insani menyampaikan apresiasi kepada seluruh Guru dan ASN atas komitmen dalam memajukan pendidikan serta pelayanan publik di daerah.

“Saya berharap guru ini tetap menjadi komponen terpenting bagi bangsa, solid berkarya dan melaksanakan pengabdian setulus-tulusnya untuk anak-anak generasi muda Kabupaten Bangka,”harap Bupati

Momentum Peringatan Hari Guru dan HUT PGRI Tahun ini, Fery menekankan pentingnya seluruh anggota Korpri dan PGRI untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, serta penguatan budaya literasi di sekolah.

“Kepada seluruh anggota Korpri dan tenaga pendidik untuk menjadikan momen ulang tahun ini sebagai cara memperbarui semangat dan meningkatkan kualitas pengabdian,” pungkasnya

Turut Hadir mengikuti Upacara, Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, Forkopimda Kabupaten Bangka, Sejumlah Pimpinan OPD, Camat, Lurah, dan tamu undangan turut mengikuti rangkaian upacara.
Media 937
Media 938
Media 939

Bupati Bangka Terima Kunjungan BPS Bangka, Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Sungailiat – Bupati Bangka Fery Insani terima kunjungan Plt. Kepala BPS Kabupaten Bangka Fahrudin bersama jajarannya, Senin (24/11/2025) di Ruang Kerja Bupati.

Dalam kunjungan tersebut Plt. BPS Kabupaten Bangka memberikan data statistik angka kemiskinan, ketenagakerjaan, IPM, serta inflasi yang ada di Kabupaten Bangka tahun 2025.

Bupati Bangka Fery Insani dalam hal ini menyabut baik kunjungan tersebut dan menuturkan bahwa ketika kita bicara program, kebijakan, dan membuat RJPMD maka referensinya berasal dari data BPS.

“kita tidak mungkin ngomong tanpa data karena sepanjang tidak ada data yang valid maka data BPS adalah data yang akurat. Ada beberapa referensi rujukan dalam membuat suatu kebijakan serta RJPMD yaitu data dari BPS, Bank Indonesia, dan dokumen perencanaan sebelumnya”, ucap Fery.

Perlu diketahui bahwa, menurut data BPS Kabupaten Bangka tahun 2025 angka kemiskinan di Bangka Belitung mengalami peningkatan.

Plt. Kepala BPS Kabupaten Bangka Fahrudin saat diwawancarai mengatakan bahwa angka kemiskinan yang ada di Pulau Bangka yaitu empat kabupaten dan satu kota mengalami kenaikan.

“Di Kabupaten Bangka sendiri menglami kenaikan namun tidak begitu parah, masih di bawah toleransi sedangkan angka pengangguran mengalami penurunan”, kata Fahrudin.

Fahrudin menambahkan, untuk tahun 2026 akan dilakukan sensus ekonomi yang akan dilaksanakan pada bulan juni hinga juli.

“setiap usaha yang ada di Kabupaten Bangka akan kita sensus, baik dari UMKM serta industry kecil, akan kita sensus, kecuali yang tidak kita sensus adalah pertanian, pemerintah, dan pemberi tenaga kerja semisalnya pekerja rumah tangga itu tidak kita sensus”, jelasnya.

Media 935

Pengurus Dekranasda dan PKK Bangka Dikukuhkan, Berperan Dukung Program Pemerintah

Sungailiat – Ny. Diny Fery Insani resmi di lantik menjadi Ketua Dekranasda Kabupaten Bangka untuk periode 2025 – 2030.

Pelantikan dilaksanakan di Gedung Pertemuan GRHA Maras yang dilantik langsung oleh Bupati Bangka Fery Insani, Selasa (18/11/2025).

Bupati Bangka Fery Insani dalam sambutannya di acara pelantikan serta pengukuhan tersebut mengatakan bahwa untuk ibu ibu dampingilah para suami yang menjalankan tugas dan berkaryalah di masyarakat agar kita memiliki peran yang baik di masyarakat.

“Dekranasda dan PKK itu harus hadir dimasyarakat dan bisa menjadi pelopor berbagai kebijakan secara nasional salah satunya soal stunting”, ucap Bupati.

Bupati juga menambahkan, kami akan suport pendanaan meskin pun tidak besar sesuai dengan kondisi keuangan daerah.

“Di dekranasda kami mencermati ada potensi ibu ibu bisa membantu perekonomian keluarga seperti di Desa Tuing yang membuat kerupuk namun belum ada label halalnya tidak puya kemasan yang baik dan tidak puya ekosistem pasar yang baik. Saya minta nanti teman teman dekranasda untuk dibina sehingga para ibu itu bisa membantu suami dalam perekonomian keluarga”, katanya.

Sementara itu Ny. Noni Hidayat Arsani menuturkan bahwa menjadi istri kepala daerah itu banyak tugas dan tanggungjawab untuk membantu semua program dari pusat maupun daerah yang harus dilaksanakan.

“Untuk itu saya berharap kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Kep. Babel bisa sama sama bekerja sama dan berkolaborasi untuk menjalankan apa pun itu programnya, dan kita niatkan saja bahwa pekerjaan itu menjadi amal jariah untuk kita”, tutur Noni Hidayat.

“Kami juga memohon bantuannya kepada OPD untuk mensukseskan apapun program yang ada di PKK dan di dekranasda karena sejatinya kami ini hanya membantu mensukseskan program pemerintah” katanya.

Beliau juga meminta kepada ketua dekranasda Kabupaten Bangka untuk menggali potensi potensi yang ada di Kabupaten Bangka khususnya yang bisa kita bawa ke luar, baik di tingkat nasional maupun secara mendunia.

“Mudah mudahan ditangan ibu Diny Kabupaten Bangka bisa meraih prestasi prestasi unggulan”, ujar Noni Hidayat.

Media 930
Media 932
Media 933

Pemkab Bangka Perkuat Perpustakaan Melalui Inklusi Sosial

Sungailiat – Perpustakaan, Di era digital saat ini tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat penyimpanan buku, Tapi perpustakaan telah berevolusi menjadi pusat pembelajaran masyarakat seumur hidup dan agen perubahan sosial.

Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Boy Yandra saat membuka kegiatan pertemuan pemangku kepentingan program Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Dalam arahannya Boy Yandra menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga terkait dan seluruh elmen masyarakat yang mendukung program TPBIS secara berkelanjutan.

“Peran dari pemangku kepentingan sangat penting, terutama dalam memastikan program ini sehingga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa,”tuturnya

Pertemuan ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi lintas sektor dalam memperluas dampak TPBIS di Kabupaten Bangka. Melalui pendekatan inklusi sosial, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar, berinovasi, dan berdaya bagi masyarakat.

“Saya yakin program TPBIS akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan Kabupaten Bangka,”pungkasnya

Bupati Pastikan Pendapatan Pegawai Naik 20 Persen, Tahun Depan Digaji Sesuai Jam Kerja

Sungailiat – Di hadapan ratusan pegawai Pemkab Bangka, Bupati Bangka Fery Insani mengumumkan kebijakan besar yang akan mengubah pola kerja sekaligus kesejahteraan pegawai. Tahun depan, pendapatan pegawai akan disesuaikan berdasarkan jam kerja, dan pemerintah daerah menargetkan kenaikan penghasilan hingga 20 persen dari total yang diterima saat ini. Kebijakan ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam memperbaiki sistem kerja, efisiensi anggaran, dan peningkatan pelayanan publik.

Demikian dikatakan Bupati Bangka, Fery Insani, S.E., M.M., usai memimpin apel bersama pegawai Pemkab Bangka pada Senin (17/11/25) di Halaman Kantor Bupati Bangka. I menyampaikan sejumlah kebijakan baru terkait pengelolaan pegawai dan peningkatan kesejahteraan.

“Tahun depan pendapatan bapak ibu akan disesuaikan dengan jam kerja ibu. Kita coba menaikan pendapatan sekitar 20 persen dari total yang sekarang,” tuturnya.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat membutuhkan kontribusi para pegawai dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan. Ia juga menyinggung ada tiga jenis pekerjaan yang akan ditata kembali, yaitu sopir, penjaga malam dengan alokasi dua orang per unit kerja dan petugas kebersihan.

Ia menambahkan bahwa penghematan biaya dilakukan agar pembayaran untuk pegawai dapat lebih optimal. Tahun depan, pendapatan pegawai akan disesuaikan dengan jam kerja, serta pemerintah berupaya menaikkan pendapatan sekitar 20 persen dari jumlah yang diterima saat ini.

Selain itu, Bupati juga menegaskan serta meminta Direktur RSUD Bangka untuk memastikan tidak ada masyarakat yang merasa tidak nyaman saat berobat, dan pelayanan kesehatan harus diberikan secara maksimal.

Sementara itu Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, S.I.P., M.Tr.IP., turut menegaskan pentingnya disiplin pegawai dalam menjalankan tugas. Pemerintah daerah akan terus memantau kehadiran setiap pegawai untuk memastikan mereka benar-benar hadir sesuai penugasan, sehingga tidak terjadi kondisi di mana nama terdaftar sementara orangnya tidak hadir.

“Kita akan memantau siapa yang hadir dan siapa yang tidak, dan kami mau memastikan secara personal memang ada sesuai dengan petugasan. Jangan sampai ada namanya tapi tidak ada orangnya,” tutupnya.

Media 927