Kwarcab Bangka Gelar Peringatan HUT ke 64 Pramuka

Sungailiat – Upacara Apel Besar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-64 Tahun 2025 di Kabupaten Bangka berlangsung sederhana dan meriah.

Upacara tersebut dipimpin oleh Plt. Asisten I Sekda Bangka, Rismi Wira Madona, di halaman kantor Bupati Bangka, Kamis (14/08/2025).

“Sebagai organisasi pendidikan non formal, Gerakan Pramuka memiliki peran, tugas, dan fungsi yang sangat penting dalam membantu program-program pemerintah, khususnya dalam membina generasi muda melalui pendidikan karakter,”Kata Rismi

Selain itu, Gerakan Pramuka juga memberikan pendidikan life skill, soft skill, dan hard skill, serta penguatan kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik (SESOSIF) yang menjadikan seorang Pramuka sebagai kader pemimpin bangsa yang paripurna.

“Kepada anggota Gerakan Pramuka di seluruh penjuru tanah air Indonesia saya mengucapkan selamat memperingati Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025, Peringatan Hari Pramuka ke-64 kali ini Kita mengusung tema “Kolaborasi Untuk Membangun Ketahanan Bangsa” Tema ini bukan hanya menjadi slogan, tetapi sebagai sebuah tekad dan komitmen kita bersama untuk terus dapat memperkuat jati diri Pramuka sebagai insan Pancasila yang siap menjadi garda terdepan untuk menjaga dan mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, diharapkan setiap Pramuka akan senantiasa memegang teguh Ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika adalah harga mati,” ucapnya. 

Rismi Wira Madona, mengajak kepada seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk terus aktif dalam berbagai bentuk pengabdian masyarakat, hadir di setiap momen-momen krisis seperti saat terjadi bencana, terlibat dalam tim Search and Rescue (SAR) dan penanggulangan bencana lainnya.

Anggota Gerakan Pramuka perlu secara konsisten untuk melakukan kegiatan- kegiatan positif, seperti bakti sosial, turut serta dalam membantu kelancaran arus mudik disetiap hari raya, serta kegiatan yang berdampak Lainnya, sehingga pada momen-momen tersebut jelas terlihat kehadiran anggota Gerakan Pramuka di tengah- tengah masyarakat.

“Di era digitalisasi, tentu kita harus terus berupaya melakukan adaptasi melalui peningkatan kemampuan dan keterampilan di bidang teknologi informasi, penyebaran konten-konten positif yang menginspirasi, serta penangkalan hoax dan disinformasi yang berpotensi merugikan masyarakat,”pungkasnya

Media 743

Revitalisasi Nilai Kepahlawanan: Biografi H.AS Hanandjoeddin sebagai Role Model Pendidikan Karakter bagi Anak Bangsa

Revitalisasi Nilai Kepahlawanan: Biografi H.AS Hanandjoeddin sebagai Role Model Pendidikan Karakter bagi Anak Bangsa

Rigo Firmanto

Guru di SMK Negeri 1 Mendobarat

 

Perantauan tempat ia ditempa, untuk kampung halaman yang akan ia bina. Kalimat yang sangat tepat untuk mewakili kisah hidup seorang Letkol (Pas) H.AS. Hanandjoeddin. Nama ini mungkin tidak sementereng tokoh-tokoh lain asal Belitung. Bahkan mungkin pudar dibandingkan pamor putih dan halusnya pasir pantai negeri laskar Pelangi yang berkilau bak sabuk Mutiara. Kebanyakan dari kita mungkin mengetahui nama ini adalah nama dari sebuah bandar udara saat menapaki langkah pertama di pulau Belitung.

Tapi Langkah yang pernah dipijakan kaki seorang Pak Long (sapaan akrab H.AS Hanandjoeddin) bukan Langkah biasa. Langkah yang hanya mampu dicapai oleh mereka yang punya tekad yang kuat, konsisten dan disiplin sejak kecil. Bak cenayang yang mampu memprediksi bahwa masa depan cerah hanya akan menyinari mereka yang mau keluar dari zona nyaman dan berusaha tanpa luput dari doa. HAS Hanandjoeddin adalah tokoh besar dari bumi Serumpun Sebalai.

Seorang pemuda dari daerah kepulauan yang patut menjadi panutan. Sosok yang terus kita perjuangkan sebagai pahlawan nasional atas jasa dan pengaruhnya yang luar biasa. Tak hanya bagi Belitong, namun juga Indonesia.

Lalu bagaimana bisa kita luput atau mungkin lupa akan peran penting seorang HAS Hanandjoeddin sebagai tokoh yang patut menjadi acuan pendidikan karakter bagi anak bangsa? Disinilah sejarah memainkan perannya dalam upaya menata peradaban. Bagaimana sejarah menjadi cerminan yang memberikan gambaran langkah kedepan, menjadi sinar yang menuntun pada jalan yang patut serta menjadi guru yang petuahnya menjadi petunjuk bagi kita untuk menata hari esok.

Tulisan ini berupaya mengangkat kisah perjuangan HAS Hanandjoeddin yang sangat inspiratif. Tulisan yang berupaya menyakinkan pembacanya bahwa keberhasilan tidak hanya didapat melalui sebuah keberuntungan. Keberhasilan merupakan buah dari kerja keras, keberanian, sifat mau belajar dan jiwa pantang menyerah.

 

Siapa HAS Hanandjoeddin?

HAS. Hanandjoeddin lahir pada 5 Agustus 1910 di Tanjung Tikar, Sungai Samak, Badau, Belitung, dari keluarga sederhana pasangan Djoeddin dan Selamah. Sejak kecil, ia diasuh oleh ayah angkatnya, H. Hasyim, seorang kenalan keluarga yang tinggal di Aik Sagak, Tanjungpandan. Sejak muda, Hanandjoeddin dikenal cerdas, khususnya dalam bidang teknik mesin. Ia menempuh pendidikan di Ambacht School (AC) di Manggar, 77 km dari rumahnya. Hidup jauh dari keluarga menempanya menjadi pribadi mandiri dan bertanggung jawab. Selain mendalami teknik, ia juga memperdalam ilmu agama dengan melanjutkan studi di Madrasah Al Islamiyah Tanjungpandan, sembari bekerja sebagai teknisi.

 

Kariernya menanjak saat ditugaskan ke Pulau Bintan sebagai tenaga ahli teknik pada 1935. Pengalaman dan pendidikan mengantarkannya masuk dunia militer di usia 29 tahun sebagai anggota Ozawa Buntai, satuan udara militer Jepang. Puncak karir militer Hanandjoeddin adalah Ketika ia turut membidani terbentuknya kekuatan Angkatan Udara Republik Indonesia, menjabat sebagai Kepala Bagian Teknik Tentara Keamanan Rakyat Oedara (TKRO) di Lanud Bugis, pusat perawatan pesawat militer dan kemanusiaan. Saat Agresi Militer Belanda I dan II, ia turun langsung ke medan gerilya, dan atas jasanya, Presiden Soekarno menganugerahinya gelar Akademi Senter (AS).

Kepemimpinannya tercermin dalam kisah spiritual di hutan Jawa Timur, saat ia disebut berhasil “mengalahkan” ribuan pasukan halus dengan istighfar dan pendekatan tradisi Jawa. Jiwa Melayunya tercermin dalam falsafah: “Perigi orang ditimba, ranting orang dipatah, adat orang diturut” mampu berbaur tanpa kehilangan jati diri.

Usai pensiun dari militer, Hanandjoeddin menjabat sebagai Bupati Belitung melalui jalur aklamasi. Ia dikenal dengan gaya “blusukan”, dekat dengan masyarakat, bahkan sering menjadi khotib Jumat. Kedekatannya dengan rakyat. Ini membuatnya mendapat julukan “Pak Long”,yang merupakan gelar kehormatan dalam budaya Melayu bagi anak sulung yang bijak dan dihormati, yang tutur katanya tegas dan pendapatnya dianggap penting bagi keluarga.

 

HAS Hanandjoeddin dan Pendidikan Karakter bagi Anak Bangsa

Berkaca dari kisah hidup HAS Hanandjoeddin, banyak pelajaran yang dapat kita ambil. Bagaimana menanamkan rasa pecaya kepada setiap anak bahwa semua orang yang lahir di dunia pasti memiliki potensi positifnya masing-masing. Penanaman nilai-nilai Pendidikan karakter dapat kita mulai dari mengenalkan tokoh HAS Hanandjoeddin.

Nilai-nilai seperti disiplin, mandiri, kerja keras,  relijius, empati, kerja sama, rasa hormat dan tanggung jawab menjadi nilai Pendidikan karakter yang dapat kita jumpai pada diri seorang HAS Hanandjoeddin. Nilai disiplin, mandiri dan kerja keras  menjadi nilai yang paling mudah kita lihat, bagaimana seorang anak dari keluarga sederhana rela berpisah berpuluh kilometer untuk menuntut ilmu. Keberhasilan penerapan nilai disiplin pada diri seorang Hanandjoeddin dapat kita lihat dari kemampuannya menangkap materi yang disampaikan disekolah dan ia terapkan dalam kehidupan. Kehandalan Hanandjoeddin dibidang teknik mesin menjadi bukti kongkrin buah kedisiplinan yang ia terapkan. Nilai disiplin juga dapat kita lihat dari keberhasilannya masuk militer yang terkenal akan disiplinnya.

Sebagai pribadi yang relijius, biografi Hanandjoeddin mengajarkan kita pada ketekunannya menuntut ilmu agama, bahkan disela-sela pekerjaan. Nilai ini pula dapat kita lihat pada masa kepemimpinannya sebagai bupati, dimana Hanandjoeddin kerap menjadi khotib sholat jumat. Selain itu kisah penakhlukan pasukan halus di Watulimo juga dapat menjadi pembelajaran akan pentingnya memiliki dasar ilmu agama yang bagus seperti Hanandjoeddin.

Jiwa empati dan tanggung jawab yang dimiliki oleh Hanandjoeddin dapat kita lihat dari kebiasaannya melakukan “blusukan” saat menjabat sebagai bupati. Seorang pemimpin yang baik akan selalu mengkhawatirkan rakyatnya, khawatir terhadap apa yang diamanahkan padanya. Pemimpin seperti ini akan merasakan bahwa jabatan itu beban,dan menjadi pemimpin sama artinya dengan menderita, sehingga akan dengan sepenuh hati menjalankan Amanah yang di emban.

 

Kesimpulan

Berdasarkan uraian revitalisasi nilai kepahlawanan seorang H.AS. Hanandjoeddin dapat kita ambil sebuah kesimpulan penting. H. AS hanandjoeddin memiliki karakter positif yang sangat kuat. Karakter ini dapat kita jadikan sebagai panduan untuk menanamkan nilai Pendidikan karakter positif kepada anak, seperti disiplin, mandiri, kerja keras,  relijius, empati dan tanggung jawab.

Teknologi pembelajaran sekarang sudah sangat cukup untuk mencerdaskan anak bangsa, namu npenanaman nilai Pendidikan karakter masih menjadi peer yang penting. Bangsa yang besar bukan hanya karena otak cemerlang warganya, tetapi karena hati-hati yang terdidik untuk jujur, tangguh, dan peduli. Di sanalah pendidikan karakter menemukan urgensinya.

 

Referensi

Budisantoso, s. dkk. 2008. Nilai Budi Pekerti Dalam Pantun Melayu. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan

Koesoema, Doni. 2010. Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo

Swastiwi, Anastasia Wiwik, dkk. 2018. Inventarisasi Tokoh Sejarah dan Budaya Wilayah Kerja Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau. Tanjungpinang: BPNB Kepulauan Riau.

Wirayudha, Randi. 2022. Hanandjoeddin Perintis di Tengah Keterbatasan. Historia.id. https://www.historia.id/article/hanandjoeddin-perintis-di-tengah-keterbatasan-drr3l. Diakses tanggal 15 Juli 2025.

 

Media 741

Pemkab Bangka Sosialisasi 205 Inovasi Lewat Media Massa

Sungailiat – Pemerintah Kabupaten Bangka terus berkomitmen meningkatkan pelayanan publik melalui berbagai terobosan inovatif. Kali ini, Pemkab Bangka menyosialisasikan 205 inovasi daerah kepada masyarakat melalui media massa, guna memastikan transparansi dan partisipasi aktif warga dalam pembangunan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bangka, Pan Budi Marwoto, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai program inovatif yang telah dan akan diimplementasikan di daerah.

“Inovasi-inovasi ini mencakup berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pelayanan publik.Kami ingin masyarakat mengetahui sekaligus memberikan masukan, sehingga kebijakan yang rencanakan dan diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Penelitian Bappeda Bangka, Darol Arkum, menambahkan bahwa media massa dipilih sebagai sarana sosialisasi karena jangkauannya yang luas dan efektif.

“Dengan memanfaatkan media massa, baik cetak, elektronik, maupun digital, informasi dapat tersebar merata hingga ke pelosok daerah.Harapannya, seluruh lapisan masyarakat bisa memahami dan mendukung inovasi-inovasi yang telah diimplementasikan,” jelasnya.

Pemkab Bangka berharap, dengan sosialisasi ini, masyarakat dapat turut serta mengawal dan memanfaatkan berbagai program tersebut guna mendorong kemajuan daerah.

Adapun 205 inovasi yang disosialisasikan meliputi inovasi:

 

 

No.      Nama Inovasi

1          KURMA (Kuliah Ramadhan)

2          SIP DaH (Sistem Informasi Pelayanan Dana Hibah)

3          KLINIK SKM (Konsultasi dan fasilitasi kemudahan layanan SKM)

4          SI ELON MUSK

5          MARTABAK PANDAN (Masyarakat dapat akta kelahiran, KIA, dan KK saat pelayanan di Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik dan Bidan)

6          PRIMADONA (Pribadi mantap dominan dimana-mana)

7          PEMADAM BASAH

8          API ITU DINGIN (Anti Phobia Api)/ Simulasi kebocoran Tabung Gas

9          LENTIK POL PP

10        SI CEPAT

11        SI TELAPOR DUDUK

12        MAKLUR CETING

13        SIPELANDUK (Sistem Pelayanan Kependudukan Berbasis Barcode)

14        SUNGAILIAT APP

15        MEGA SAPA (Mesin Pengaduk Pakan Sapi)

16        MESIN RABUN (Mesin Pencacah Pakan Ternak Ruminansia)

17        MIE PETE (Mesin Pencetak Pelet Untuk Ternak Ayam Dan Lele)

18        ABANG IPAL (Mesin  Pengurai Sabut  Kelapa)

19        PESAN PAK NAK (Pembuatan Mesin Penghancur Pakan Ternak (Ayam Dan Bebek)

20        RAMPAN (Mesin Coper Pakan Ternak Proyek)

21        RAMPAK (Mesin Pembuat Pakan Sapi)

22        DIRA TEMEN BULOL (Modifikasi Brake System Mesin Bubut Doall Lt 13)

23        PEKA SLOT (Penerapan Perawatan Korektif Pada Kasus Kerusakan Slotting Attachment Mesin Frais)

24        Pelengkap Pembuatan Media Pembelajaran Alignment Kopling

25        PERMATA BUNDA (Perancangan Dan Penerapan Metode Time Base Preventive Maintenance Pada Mesin Perkakas Di Bengkel Pelabuhan Nusantara Sungailiat)

26        MESRA (Mesin Pemarut Singkong Dengan Sistem Penarik)

27        MIPAP (Mesin Milling Papan PCB)

28        CABANG MERAH (Mesin Penyangrai Bubuk Jahe Merah)

29        RAMBAI (Mesin Pemeras Buah Nanas)

30        RANA KURBAN (Alat Pengupas Kulit Buah Nanas)

31        RAMPAS (Mesin Pencetak Pelet Pakan Ternak Sapi)

32        CACAK PISANG (Mesin Pencacah Sampah Plastik Untuk Mesin Injeksi Plastik)

33        RABU KOAR (Kompor Pembuatan Arang Tempurung Kelapa)

34        SELINGKUH (Mesin Penggiling Singkong Rebus)

35        FINA BETOL (Modifikasi Mesin Pencetak Bata Beton Pejal)

36        PIRIS BAHOR (Mesin Pengiris Bawang Metode Horizontal)

37        RABA KOPI (Mesin Pengupas Kulit Luar Biji Kopi (Pulper))

38        MERASA (Rancangan Mesin Pemarut Dan Pemeras Santan Kelapa)

39        PECAH SAWIT (Modifikasi Sistem Pemotongan Pada Mesin Pencacah Pelepah Sawit Dengan Metode “Double Cutting Principle”)

40        FISIKA (Modifikasi Mesin Parut Kelapa)

41        KAMERA (Simplifikasi Sepeda Motor Roda Tiga Untuk Membantu Para Penderita Cacat Fisik Dan Stunting)

42        MECAH PUPUK (Mesin Pencacah Limbah Kelapa Muda (Kelamud) Sebagai Media Pupuk Organik)

43        MUSIM CEMARAH (Rancangan Dan Simulasi Mesin Pencuci Jahe Merah )

44        MAS KUMANG (Mesin Pengupas Kulit Bawang Merah)

45        RUSIP PUNGLI (Rancang Bangun Mesin Penepung Umbi Keladi Beneng Dengan Sistem Mono Disc)

46        MABRUK (Rancangan Dan Simulasi Mesin Pencetak Briket Dari Tempurung Kelapa)

47        MEGA TEMPA (Mesin Penghancur Arang Tempurung Kelapa)

48        MANGGA (Rancangan Mesin Pemotong Adonan Kerupuk Getas)

49        CITARANG (Mesin Pencetak Briket Arang)

50        BESI BUTA (Mesin Pengupas Sabut Kelapa)

51        GUSI BAPER (Mekanisme Transmisi Fess (Flywheel Energy Storage System) Sebagai Energi Tambahan Pada Mobil Pengguna Kursi Roda)

52        PENJAMET (Rancangan Dan Simulasi Mesin Pengupas Biji Jambu Mete Semi Otomatis)

53        SIMPAN BUAI (Simulasi Rancangan Mesin Pengaduk Dan Penggoreng Bumbu Pantiaw)

54        CET LAKVA (Mesin Pencetak Laksa Sistim Vertikal)

55        TUKANG LARANG (Rancangan & Simulasi Micro Punch Untuk Pembuatan Pelat Penyambung Tulang Rahang (Mini Plate))

56        MERAS SETAN (Mesin Pemeras Santan Kelapa Untuk Pembuatan Peyek)

57        KUPINANG (Mesin Pengupas Buah Pinang)

58        ABANG PELIT (Alat Pengepress Kulit Nanas)

59        BAKAR PADI (Alat Pengiris Pempek Menjadi Kemplang)

60        MENTEGA (Mesin Pencacah Daun Gaharu Kering untuk Pembuatan Teh Gaharu)

61        FIKA PAHIT (Modifikasi Mesin Pencacah Pelepah Sawit Metode “Cutting Tools Principle” )

62        RAMPOK (Mesin Pengaduk Pupuk Kompos)

63        RASA SAMA (Mesin Pencacah Pakan Ternak Sapi Mata Potong Miring)

64        SEKAR KEBAL (Rancangan Mesin Pembuat Serbuk Jahe Merah Untuk Minuman Herbal)

65        GALI LARA (Prototipe Tungku Biomassa Berbahan Bakar Limbah Kayu Sebagai Sumber Penghasil Udara Pengering Lada Skala Laboratorium)

66        TIPE DULU (Prototipe Bak Pengering Lada Putih Skala Laboratorium Dengan Sistem Pengadukan Otomatis Dan Sistem Pengeluaran Mekanis)

67        MENCACAH PELAWIT (Mesin Pencacah Pelepah Kelapa Sawit)

68        MECAH GURAK (Mesin Pencacah Batang Sorgum Untuk Pakan Ternak)

69        SI ATOK TUA (Rancangan Mesin Penghancur Kotoran Kambing Untuk Pupuk)

70        SIMPANG BELINYO (Rancangan Mesin Dan Simulasi Pemisah Cangkang Dan Isi Biji Melinjo)

71        GUSI PECAH (Rancangan Dan Simulasi Mesin Pencacah Tandan Kosong Kelapa Sawit Untuk Bahan Baku Pupuk Organik)

72        GABUT (Rancangan Mesin Pembuat Pupuk Organik Berbentuk Pelet)

73        GACOR (Rancangan Mesin Pencacah Sampah Botol Plastik Jenis Polyethylene Terephthalate (Pete))

74        BATOK KAPAS (MESIN PERONTOK BRONDOLAN BUAH KELAPA SAWIT KAPASITAS 400 KG/JAM)

75        SAMADURA (Alat Pemisahan Madu Dari Sarangnya)

76        OMONGAN SUARA PEREDAM (Analisa Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Filler Dalam Komposit Resin Polyester Untuk Meningkatkan Nilai Koefisien Absorpsi Suara Sebagai Alternatif Peredam)

77        PELUK ERAT IBUKU (Pengaruh Panjang Serat Dan Fraksi Volume Komposit Serat Lidah Mertua Terhadap Pengujian Tarik Dan Pengujian Lentur Untuk Pembuatan Helem)

78        PANDA KUAT (Pengaruh Fraksi Volume Terhadap Kekuatan Tarik Pada Serat Resam Menggunakan Resin Polyester)

79        SUSU MANIS DAN TEH TARIK (Pengaruh Arah Susunan Dan Fraksi Volume Serat Komposit Menggunakan Serat Pelepah Nipah Terhadap Kekuatan Tarik Dan Impact)

80        LISA DAN ANDI (Analisis Komposit Berpenguat Serat Tandan Sawit Terhadap Kekuatan Tarik Dan Kekuatan Impak Dengan)

81        ES NANAS MANIS (Analisis Pengaruh Serat Daun Nanas Terhadap Sifat Mekanik Pada Matrik Polyester Dengan Jenis Daun Nanas Smooth Cayenne)

82        TALI JANGKAR (Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Lokan (Gelonia Erosa) Sebagai Bahan Penjernih Air)

83        SI FIGHTER (Sistem Informasi Manajemen Penjualan Pada UMKM Menggunakan Codeigniter (Studikasus: Umkmcie-Ciekoeraw)

84        IKAN PATEN (Aplikasi Informasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Berbasis Android Di Wilayah Kabupaten Bangka)

85        RISOL UNIK (Sistem Informasi Pemantauan, Pengendalian, Dan Pengelolaan Usaha Tanaman Hidroponik)

86        SI UNI DAN UDA (Sistem Informasi Usaha Dan Industri Mikro, Kecil, Menengah Kabupaten Bangka Terintegrasi Map Webgis Dengan E-Commerce Berbasis Website)

87        LINTANG (Aplikasi Pengelolaan Smart Parking)

88        SI KEMBANG (Aplikasi Pendeteksi Penyakit Diabetes Menggunakan Machine Learning Dengan Algoritma K-Nearest Neighbor (K-NN) Di Puskesmas Kenanga)

89        SIPULUNG (Aplikasi Android Pengenalan Kesenian Kebudayaan Daerah Kepulauan Bangka Belitung )

90        PERMEN MANTAN (Implementasi Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan Desa Di Kantor Desa Karya Makmur)

91        SISTOR UDANG (Sistem Monitoring Pendeteksi Suhu Dan Ph Air Tambak)

92        POME DISPLAY (Sistem Monitoring Dan Pengukuran Kadar Ph, Jarak Dan Suhu Pada Limbah Cair Kelapa Sawit Berbasis Display Digital

93        SI CAPER (Sistem Pencatat Pengunjung Perpustakaan Berbasis RFID

94        CABANG PAKAN (Alat Pendeteksi Kandungan Formalin Pada Makanan Berbasis Digital)

95        ROLING IDE (Sistem Kontrol Dan Monitoring kualitas Air Pada Budidaya Ikan Lele Dengan Media Kolam Berbasis Digital)

96        SEMI PAYAU (Sistem Kontrol Otomatis Kondisi Air Pada Budidaya Ikan Guppy Berbasis Digital)

97        PEMADAM (Pemanen Dan Pengukur Kualitas Madu Kelulut)

98        CEPU GARIS (Sistem Cerdas Lampu Penerangan Jalan Berbasis Digital)

99        KAMI PAIT (Sistem Kontrol Dan Monitoring Limbah Cair Kelapa Sawit Berbasis Digital)

100     IKAN DARI KAMPUNG NELAYAN (Sistem Monitoring Ketinggian Daerah Aliran Sungai (Das) Sebagai Langkah Pencegahan Meluapnya Air Di Daerah Kampung Nelayan Sungailiat Berbasis Digital)

101     ATUR SERU (Alat Ukur Kesehatan Paru-Paru)

102     CUKA (Celengan Uang Koin Berbasis Arduino)

103     GUSI TUAN (rancang bangun sistem pemantauan kondisi air kolam ikan berbasis Digital)

104     SALAM RAGU (Sistem Top Up Saldo Dan Pembayaran Menggunakan RFID)

105     TEMPURA (Tempat Penyimpanan Dokumen Berbasis Bot Telegram)

106     TOK PATRA (Tongkat Untuk Pemandu Arah Kiblat Bagi Penyandang Tunanetra)

107     MAMI BERAT (Wadah Makanan Dan Minuman Kucing Berbasis Digital)

108     PAKAN IKAN (Implementasi Teknologi Image Processing Untuk Identifikasi Kandungan Formalin Dan Kesegaran Daging Sapi)

109     ABU SUKA (Alat Bantu Komunikasi Penyandang Tunarungu Konversi Suara Ke Teks Menggunakan Google Voice)

110     MEGAH LAPER (Implementasi Pengolah Citra Pada Prototipe Alat Penyortir Lada)

111     MASING TUAN (Implementasi Teknologi Image Processing Untuk Identifikasi Pengukuran Bobot Ikan Hias Dalam Penentuan Jumlah Pakan)

112     KAMERA (Kotak Amal Elektronik Berbasis Pengolahan Citra)

113     SI PINJAM (Sistem Informasi Peminjaman Komputer Laboratorium)

114     JAGA LAMPU (Sistem Monitoring Dan Kontrol Otomatis Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Dengan Komunikasi Lora)

115     MESIN BARENG (Sistem Otomatisasi Barcode Scanning Conveyor Pada Barang Ekspedisi)

116     KUNCI PINTAR (Smart Protection Key And Tracking Pada Sepeda Motor)

117     SIDARATAN (Sirup Serai dari Tanaman Serai Untuk Kesehatan)

118     SELALU BERSAING (Diversifikasi Pangan Melalui Pembuatan Tepung Beras Merah Sebagai Produk Unggulan

Desa Saing)

119     GASING (Infografis Sebagai Pelayanan Publik Desa Saing)

120     ENTAR YA BANG (Perancangan Desain dan Informasi Telemedis Sebagai Website Kesehatan Masyarakat Latar Belakang)

121     UDAH MENANG (Udang Galah Menjadi Kue Bawang)

122     AMBYAR (Nyamuk Di Berantas Dengan Spray Alami Serai)

123     UNSUR RUPA BUMI BUATAN

124     Layanan koordinasi dan konsultasi zoom meeting

125     Peningkatan layanan Penyelenggaraan adm. darurat pembangunan infrastrukur

126     Sinkronisasi PRODUK Hukum daerah (SIDUDA)

127     INDAH BANGKA (Peningkatan Layanan Penjaringan RAPERDA dari Perangkat daerah Kabupaten Bangka)

128     LAMPU NEON

129     Layanan pengentrian pada aplikasi SIPD

130     Buku Tamu Digital

131     Dulang Emas

132     BUJANG KAMPONG

133     CAPER TERUS (Cegah pengendalian inflasi daerah terkendali dan terurus)

134     LAKOPADAH (Layanan konsultasi perangkat daerah)

135     Layanan Optimalisasi dan konsultasi pengawasan dan tindaklanjut pengawasan

136     Penerbitan Surat Keterangan bebas temuan

137     Kampoeng SDGs

138     Sekolah Perencanaan

139     Pemanfaatan Kolong eks Tambang timah berbasis collaboration active

140     ALINEA

141     BUNAKTUSLAH

142     JEMPUT/AKUSISI ARSIP

143     PEMUSNAHAN ARSIP

144     TERA MALAM (Literasi Keagamaan Islam)

145     LITERASI ANAK SEKOLAH

146     Peremajaan sawit rakyat

147     TUAN BERPARAS EMAS (Bantuan pangan beras masyarakat)

148     Sejumput Harapan Dari Sang Gerah

149     Optimilisasi Media

150     Sertifikasi pelaku usaha dari rumah

151     Pesan bunga lili: pemeriksaan kebuntingan keliling

152     2. Lesehan: layanan kesehatan hewan

153     Layanan Sedot Lumpur  Tinja (NINJA 260)

154     Cepat Tanggap Darurat jalan (CETAR AJA)

155     Layanan Tata Ruang

156     Layanan PBG (PBG-KU)

157     Layanan Pemenuhan Air Minum

158     Layanan Drainase Titik Banjir

159     ASMUMBA (Asosiasi BUMDES Desa Kabupaten Bangka, asosiasi dukung kinerja BUMDES se-kab bangka

160     SEPHIA (Sapa Desa Via Maya, Program efisiensi dan efektifitas pemberdayaan masyarakat desa)

161     Layanan Pengaduan Kekerasan Perempuan di OPD-OPD

162     Peningkatan jumlah industri rumahan di Desa

163     Rumah data layani data untuk masyarakat bersinergi

164     Pelayanan KB Momentum

165     SENTRA LADA (Pengembangan)

166     SIPOKEMON (Sistem pelaporan kematian online)

167     Peningkatan Pengembangan Kapasitas Seluruh Personil Satpol Pp Kabupaten Bangka

168     PAJAKARAWA (Patroli jalan kaki ramah warga)

169     LEMPER (LINMAS efektif melaksanakan pengamanan dan ketertiban dilingkungan masyarakat)

170     Damkar Road To School

171     API ITU DINGIN (Anti Phobia Api)/ Simulasi kebocoran Tabung Gas

172     SI AOKLAH RSDB (Siap antar obat kerumah layanan apoteker hebat RSDB) Pengembangan

173     ATOK KEPO (Ayo tanya obat dan konsultasi ke apoteker) Pengembangan

174     ERB Pengembangan

175     Pamor Sikancil  (Pengembangan)

176     JEMPOL SAKTI (Jemput Bola Santunan Kematian)

177     SIAP (Sistem Informasi Administrasi Pertanahan)

178     Balon Pemikat

179     POJOK PAAR (Pojok Pola Asuh Anak dan Remaja)

180     JANDA PIRANG (Penjaringan Data Perizinan Orang Pendatang)

181     Pengembangan UMKM Sirup Rosella dan Keramunting

182     Posyandu remaja

183     Posyandu keramunting

184     BANTAL GULING (Bantuan antar langsung dak usah linglung)

185     KELOPAK MATA (Kelompok kompak dalam pemanfaatan tanaman Toga)

186     Gazesa Berkat (Gerakan Zero Sampah bersama masyarakat) (pengembangan)

187     Gerbang Mulya

189     KITA BESTI (Kelas Ibu Dan Balita Bebas Stunting)

190     INDOMIL (Pembinaan Dan Pelatihan Pijat Bayi Bagi Kader Posyandu Dan Ibu Hamil)

191     INDAH DESA KOTAWARINGIN (Desain Produk Batik Jeruju Khas Desa Kotawaringin)

192     INTAN ENDUL (Pembuatan Ecoprint Sebagai Produk Batik Dengan Teknik Pounding/Pukul)

193     NASI KEPAL (Pembuatan Foto Produk Dan Stiker Produk Usaha Mikro Kecil Menengah)

194     IPAH (Perencanaan Dan Pelaksanaan Instalasi Pemanen Air Hujan)

195     TIMAH KEROPOS (Pelatihan Manajemen Limbah Peternakan dengan Cara Pembuatan Pupuk Kompos)

196     LINTAH (Lilin Aromatik Dari Minyak Jelantah)

197     EMAK LANSIA (Pengenalan dan Pelatihan Pembuatan Mineral Block sebagai Asupan Mineral Tambahan Ternak Ruminansia)

198     BEDAH GUDANG (Bersama Memanfaatkan Limbah Kulit Dan Kepala Udang Sebagai Bahan Pembuatan Kaldu Udang)

199     ANTI AIR (Peta Tata Guna Lahan Dan Peta Aliran Air Tanah)

200     POSTER PUDING BESAR (Poster Copywriting Wa Business Kecamatan Puding Besar)

201     PALING GACOR (Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair Melalui Metode Ember Tumpuk)

202     RANCAK JALI (Perancangan Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP))

203     PELUK ERAT (Pengolahan Tepung Beras Merah Menjadi Produk “Rufi Crunchy” Yang Tinggi Serat)

204     TEH HERBAL JERUJU (Pembuatan Daun Jeruju Menjadi Produk Teh Kantung Herbal Jeruju)

205     ENTAR YA BANG (Perancangan Desain dan Informasi Telemedis Sebagai Website Kesehatan Masyarakat Latar Belakang)

 

 

 

Media 739

DPRD Bangka Sahkan Raperda Pajak Restribusi Daerah dan Perlindungan Lahan Pertanian

Sungailiat – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangka meyelenggarakan Rapat Paripurna tentang Pengesahan dan penyampaian Raperda, Senin (11/08/2025) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bangka.

Agenda sidang yang pertama pengesahan raperda tentang perubahan pajak daerah dan restribusi daerah serta raperda tentang perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, dan yang kedua penyampaian raperda tentang pengelolaan barang milik negara.

Rapat yang di buka langsung oleh ketua DPRD Kabupaten Bangka Jumadi yang di laksanakan di Ruang Rapat Paripurna tersebut terbuka untuk umum di hadiri oleh Forkopimda Kabupaten Bangka, Pj. Sekda Bangka beserta Jajaran Kepala OPD dilingkup Pemerintah kabupaten Bangka dan awak media.

Pj. Bupati Bangka Jantani Ali dalam sambutannya mengatakan bahwa peraturan daerah yang dahulu sudah tidak relevan dengan perundang undangan yang berlaku.

“saya berharap raperda ini dapat di bahas oleh pemerintah daerah melalui perangkat daerah sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku”, kata jantani.

Adapun raperda yang telah disah kan pada rapat ini yaitu raperda tentang perubahan pajak daerah dan restribusi daerah berupa Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan yang mana besaran tarif maksimum 20 persen turun menjadi 16 persen.

Lanjut jantani, raperda tentang perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, maka dari itu pemerintah wajib melakukan perlindungan terhadap lahan pertanian pangan yang berkelanjutan demi keberlangsungan  lahan pertanian pangan dapat membantu meningkatkan pendapatan petani dan perekonomian desa.

“keberadaan raperda ini sebagai indikator pemerintah pusat dalam rangka memperoleh dana alokasi khusus bidang pertanian”, ucapnya.

Media 737

Pemkab Bangka Gelar Pencanangan Pembagian Bendera Merah Putih

Sungailiat – Pemerintah Kabutaen Bangka melaksanakan pencanangan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pencanangan ini dirangkaikan dengan agenda rutin Apel Pagi bersama di halaman Kantor Bupati Bangka, Senin (11/8/2025).

Pencanangan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih ini dipimpin langsung Pj Sekda Bangka, Thony Marza yang secara simbolis menyerahkan Bendera Merah Putih kepada seluruh kepala perangkat daerah dilingkup Pemerintah Kabupaten Bangka, kemudian diteruskan kepada masyarakat.

Gerakan ini menindaklanjuti surat dari Kementerian Dalam Negeri dan bertujuan untuk meningkatkan semangat nasionalisme dan gotong royong di kalangan masyarakat. 

“Tujuannya adalah untuk meneguhkan semangat kebangsaan dan cinta Tanah Air di tengah masyarakat. Bendera Merah Putih bukan sekadar selembar kain, melainkan simbol kedaulatan, simbol perjuangan, serta pengikat rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata oleh pendahulu kita,” kata Thony Marza

Pada kesempatan ini Pj Sekda juga menekankan pentingnya gerakan ini sebagai pemantik semangat nasionalisme dan patriotisme, khususnya di kalangan generasi muda.

Oleh karena itu, ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, ASN, pelaku usaha, hingga komunitas untuk ikut berpartisipasi aktif dengan mengibarkan Bendera Merah Putih secara serentak selama bulan kemerdekaan, mulai 1 hingga 31 Agustus 2025.

Media 735

Adanya Posbankum di Desa/Kelurahan Sebagai Langkah Pemerataan Keadilan

 

Riau Silip – Adanya Pos Bantuan Hukum (Posbankum) yang ada disetiap Desa/Kelurahan dinilai penting sebagai langkah pemerataan keadilan bagi masyarakat.

Pentingnya penanganan tersebut haruslah selaras dengan operation time yang terjadi dilapangan.

Demikian dikatakan Pj. Sekda Bangka, Thony Marza, A.P., dalam acara pelaksanaan harmonisasi produk hukum daerah dan sosialisasi pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa/Kelurahan di Kabupaten Nangka, Jum’at (08/08/25) di Kantor Kades Deniang Kec Riau Silip.

“Posbankum ini dinilai sangat diperlukan bagi Desa dan Kelurahan. Yang penting penanganannya sesuai dengan operation timenya,” imbuhnya.

Ditambahkannya, Posbankum juga harus dibarengi dengan upaya preventif. “Pencegahan perlu, namun perlu untuk adanya kesiapan bantuan hukum itu sendiri,” tutupnya.

Sementara itu Kakanwil Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan, berharap adanya Posbankum ini dijadikan kebutuhan Kades dan Lurah untuk menyelesaikan sengketa wilayah serta mempermudan akses keaddilan masyarakatnya.

“Harapan kami pendampingan kami dari Kanwil mudah mudahan Posbankum itu akan dijadikan sesuatu kebutuhan Kades atau Lurah yang berperan sebagai penyelesai sengketa di wilayah dan mempermudah akses keadilan diwilayahnya,” tutupnya.

Media 733

Pemkab Bangka Kembali Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Terbaik Di Indonesia Kategory Nindya

Jakarta – Pemkab Bangka kembali menerima penghargaan atas kinerja pemerintahan yang luar biasa. Setelah meraih Penghargaan Paritrana Award untuk keberhasilan dalam perlindungan sosial ketenagakerjaan, kali ini Pemkab Bangka, berhasilmeraih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Nindya.

Penghargaan diberikan secara langsung oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan kepada Pj Bupati Bangka, Jantani Ali yang didampingi oleh Kepala Bappeda, Pan Budi Marwoto dan Kabid Perlindungan Anak DP2KBP3A, Suhartini, di Auditorium Kementerian Agama RI, Jakarta, (8/8/2025) dalam acara Penganugerahan Kabupaten Layak Anak 2025.

Penghargaan ini sekaligus juga mengkonfirmasi Pemkab Bangka sebagai yang terbaik di Bangka Belitung dalam Kabupaten/Kota Layak Anak dengan kategori nindya, sedangkan kabupaten/kota lainnya masih Kategori Madya dan Pratama.

Perihal keberhasilan ini Pj Bupati Bangka, Jantani Ali menyatakan bahwa penghargaan didedikasikan kepada semua stakeholder perlindungan anak, baik yang berasal dari pemerintahan maupun non pemerintahaan. Dimana perlindungan anak memang menjadi fokus perhatian Pemkab Bangka.

“Kami sadar betul, masa depan Kabupaten Bangka ada ditangan anak-anak. Oleh karenanya hampir semua kebijakan dan energi utama kami salurkan kepada anak-anak, baik pendidikannya, kesehatan maupun secara luas perlindungannya,” jelas Jantani.

Selanjutnya Pj Bupati juga menyebutkan bahwa perlindungan anak dilaksanakan melalui beberapa fokus prioritas. Pertama, peningkatan kualitas tumbuh kembang dan kelangsungan hidup anak, peningkatan kualitas kesehatan anak dan peningkatan pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja. Kedua, perlindungan anak dari segala bentuk tindak kekerasan dan diskriminasi, antara lain melalui: peningkatan rehabilitasi dan pelindungan sosial anak; peningkatan perlindungan bagi pekerja anak dan penghapusan pekerja terburuk anak; dan peningkatan perlindungan bagi anak yang berhadapan dengan hukum. Ketiga, peningkatan kapasitas kelembagaan perlindungan anak, antara lain, melalui penyusunan dan harmonisasi peraturan perundang-undangan terkait perlindungan anak; peningkatan kapasitas pelaksana perlindungan anak; peningkatan penyediaan data dan informasi perlindungan anak; dan peningkatan koordinasi dan kemitraan antarpemangku kepentingan terkait pemenuhan hak-hak anak.

Sementara itu Pj Sekda Bangka, Thony Marza menambahkan bahwa Kabupaten Bangka sudah memiliki sistem pembangunan berbasis anak dimaksud. Kedepan, Pemkab Bangka menurut Thony, bertekad dan berkomitmen kuat untuk menjadikan Kabupaten Bangka mejadi Kabupaten Layak Anak kategori Utama dan mampu  memberikan kontribusi  bagi komunitas global yang sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendukung gerakan Dunia Layak Anak.

“Fokus kebijakan ini menyinergikan pembangunan sumber daya manusia khususnya anak-anak dan remaja selaku generasi muda dengan lingkungan yang humanis, dan berperan strategis dalam perencanaan pembangunan manusia ke depan. Pengembangan Bangka sebagai Kabupaten Layak Anak perlu diapresiasi dan mendapatkan dukungan semua stakeholder, sebab memberikan harapan terciptanya generasi muda yang berkualitas, sehat, cerdas, kuat dan ramah,” jimbuh Thony.

Penghargaan KLA menurut Kepala Bappeda Kabupaten Bangka, Pan Budi Marwoto,  sebagai Ketua Gugus Tugas  Penghargaan  ini diberikan kepada Kabupaten/Kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Penghargaan  kategori Nindya diperoleh Pemkab Bangka berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan melalui mekanisme evaluasi mandiri, verifikasi administrasi sampai ke tahap verifikasi lapangan hybrid. Evaluasi ini dilakukan dengan melibatkan Kementerian/Lembaga terkait, dan mendengarkan suara anak atau aspirasi anak terhadap pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak di wilayahnya,” tuturnya.

Dalam prakteknya, untuk memberikan perlindungan terhadap anak dan memberikan jaminan perlindungannya, menurut Pan Budi Pemkab Bangka melakukan berbagai upaya, tentu saja bekerja sama dengan semua pihak, melibatkan unsur pentahelix baik pemerintahan, badan usaha, perbankan, lembaga masyarakat, perguruan tinggi dan media massa.

“Aspek Kelembagaan menjadi focus dan prioritas kami, tentu saja dengan dibarengi penguatan pada 5 klaster perlindungan anak yang menjadi perhatian kami, yaitu; klaster kelembagaan, aspek hak sipil dan kebebasan, klaster lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, klaster  kesehatan dasar dan kesejahtraan, klaster  pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya serta klaster perlindungan khusus,”

Penguatan aspek kelembagaan suprastruktur menurut Pan Budi akan dilakukan dengan menetapkan regulasi yang mengatur secara spesifik dari 5 klaster secara terpisah, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, kependudukan  dan lainnya.

“Kedepan, kami akan terus memperbaiki sistem pembangunan berbasis hak anak, dengan memperbaiki keseluruhan klusternya. Kami berharap, tahun depan Pemkan Bangka bisa mendapatkan penghargaan KLA kategori utama,” tutupnya.

Media 731

PJ Sekda Buka Bazar UMKM Perayaan HUT ke 52 KNPI

Sungailiat – Pj. Sekda Bangka Thony Marza membuka kegiatan Perayaan Peringatan Hari Ulang Tahun KNPI ke – 52 Tahun 2025, bertempat di Taman Hiburan Rakyat (THR) Rabu malam (6/8/2025).

Kegiatan yang di selenggarakan oleh DPD KNPI Kabupaten Bangka tersebut di inisiasi oleh ketua dan pengurus KNPI Kabupaten Bangka.

Pj. Thony Marza dalam sambutannya mengatakan dengan diadakannya kegiatan kami dari pemerintah kabupaten bangka memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksanakannya acara ini terutama kepada KNPI Kabupaten Bangka.

“mudah mudahan kegiatan yang dilaksanakan ini bisa mendatangkan manfaat dan faedah bagi kita semua. Dengan diselenggaranya kegiatan ini menjadi  bukti nyata bahwa generasi muda dapat memberikan gagasan ide yang positif dalam memajukan kabupaten bangka”, kata thony.

Perayaan ini menghadirkan berbagai macam kegiatan salah satunya bazar umkm yang paling diminati olah masyarakat pada umumnya.

Sementara itu ketua KNPI Bangka Adi Putra menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bakti kami kepada masyarakat sungailiat agar kabupaten bangka ini ada hiburan yang dapat membahagiakan masyarakat kabupaten bangka.

“kami membuat acara ini sebagai bentuk dukungan kami kepada pemerintah daerah, karena kami mendengar pada agustus tahun ini tidak adanya kegiatan pawai karnaval, maka kami berkomitmen mengadakan hiburan untuk masyarakat dengan mengadakan bazar UMKM ini”, jelas adi putra.

Perayaan HUT KNPI  Kabupaten Bangka di selenggarakn selama 4 hari di mulai tanggal 6 hingga 9 juli 2025 dan pada hari terakhir akan menampilkan artis ibu kota Jacson Zeran.

Media 729

Musda V BKMT Digelar, Harus Jadi Pusat Pembinaan Dakwah Umat

Sungailiat – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Bangka melaksanakan Musyawarah Daerah V yang di pusatkan di Gedung Pertemuan GRHA Maras, Rabu (6/8/2025).

Musyawarah Daerah merupakan forum tertinggi dalam organisasi BKMT di tingkat daerah yang bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan. 

Pada musda V tahun 2025 BKMT kabupaten Bangka akan memilih ketua dan kepengurusan yang baru.

Plt. Asisten I Setda Bangka Dalian Amri dalam sambutannya saat membuka acara ini menuturkan bahwa keberadaan BKMT ini sangat strategis  dalam membangun dan meningkatkan peranan perempuan dalam mengembang dakwah islamiah dan memperdayaan masyarakat muslim berbasis majelis taklim.

“saya mengharapkan BKMT melalui program programnya dapat menjadikan BKMT sebagai pusat pembinaan dakwah umat dengan merancang berbagai kegiatan pendidikan sehinga menjadi panutan dan acuan dalam menjalankan program dakwah di tengah masyarakat”, tutur dalian.

Perlu diketahui bersama BKMT merupakan pusat pendidikan non formal keagamaan dan non keagamaan khususnya bagi kaum perempuan.

Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Melati Erzaldi dalam arahannya pada Musda Kali ini mengatakan, Musda ini merupakan momen yang sangat penting untuk memperkuat peran BKMT dalam menghadapi tantangan dan peluang yang ada.

“ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian kita bersama pada musda ini, yang pertama evaluasi program kerja, kedua penyusunan program kerja, dan ketiga pemilihan pengurus. Musda ini adalah milik kita bersama dan mari kita bekerja untuk kemajuan BKMT kedepannya”, kata melati.

“saya harap kedepannya BKMT Kabupaten Bangka harus lebih solid lagi, karena BKMT bukan organisasi politik”, ujarnya.

Musda V Kabupaten Bangka di ikuti oleh seluruh anggota BKMT dari 8 kecamatan se-kabupaten Bangka.

Media 727

Meriahkan HUT ke 80 RI, DWP Kabupaten Bangka Gelar Lomba membuat Pempek dan Menghias Tumpeng

Sungailiat – Perayaan Ulang Tahun ke 80 Republik Indonesia tahun ini, dimeriahkan oleh Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bangka dengan gelaran lomba membuat pempek dan menghias tumpeng antar Pengurus Dharma Wanita Persatuan Unit se Pemkab Bangka, Rabu (6/8/2025) di Halaman Rumah Dinas Sekda Bangka

Lomba adu kreativitas ibu ibu dharma wanita ini dilaksanakan berbarengan dengan Kegiatan Arisan Bulanan DWP Kabupaten Bangka, yang dilaksanakan lebih meriah karena menyambut Hari Ulang Tahun ke 80 Republik Indonesia di Bulan Agustus ini.

Pada intinya menurut Ketua DWP Kabupaten Bangka Rosa Thony Marza dalam sambupatnya pada acara pembukaan lomba adalah DWP ingin turut berperan memajukan UMKM dengan mendorong kreativitas ibu ibu darma wanita dalam memasak. Tidak hanya itu DWP juga sekaligus ingin mengkampanyekan makan produksi yang sehat.

“Lomba ini kami selenggarakan , disamping memeriahkan HUT ke 80 Republik Indonesia, juga sebagai upaka dalam rangka mengangkat dan mendorong kemajuan MUKM di Kabupaten Bangka, karena ajang seperti ini menjadi wadah dalam menyalurkan kreativitas khususnya ibu ibu Dharma Wanita dalam memasak makanan yang kreatif dan sehat tentunya,” jelas sosok yang akrab dipanggil dengan Ibu Rosa.

Lomba ini tidak sekedar even seremonial namun menurut Rosa akan menjadi ajang pemilihan sosok sosok yang kreatif dan berbakat untuk dibina dan dikembangkan kemampuannya dalam memasak dan menghias masakan, dengan menjadi duta perwakilan DWP Kabupaten Bangka di berbagai even nantinya.

“Selain diberikan uang pembinaan, bagi yang juara satu nantinya akan dibina langsung oleh Darma Wanita Kabupaten Bangka dengan selalui mengikut sertakannya dalam berbagai even yang kita diikuti,” imbuhnya.

Selanjutnya, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Thony Marza, dalam sambutannya ketika membuka acara lomba mengatakan bahwa ajang lomba ini tidak sekedar siapa yang jadi juara maupun yang kalah. Namaun lebih kepada semangat berlomba, kegembiraan bersama serta silaturahmi antar pengurus.

“Jangan dilihat hadiahnya, dan tidak masalah siapa yang jadi pemenang, namun lomba ini kita bersenang dan bergembira. Yang penting kita sudah berani menampilkan kreativitas kita dan semangat untuk ikut lomba inilah yang utama,” tutur Thony.

Lomba membuat pempek dan merias tumpeng ini dikuti oleh 31 peserta yang terdiri dari 15 peserta untuk lomba menghias tumpeng dan 16 peserta lomba membuat pempek. Untuk lebih memeriahkan kegiatan, juga dilaksanakan acara lomba gembira yang diikuti 27 OPD peserta, dimana panitia sudah menyiapkan berbagai hadiah hiburan yang menarik.

Pemenang Lomba :

  1. Lomba membuat pempek
  1. Juara 1 :  PDAM Tirta Bangka
  2. Juara 2 : Dinas Pol PP
  3. Juara 3 : Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik
  4. Harapan 1 : Dinas Sosial
  5. Harapan 2 : Dinas Pangan dan Pertanian
  6. Harapan 3 : Dinas Kesehatan
  1. Lomba menghias tumpeng
  1. Juara 1 : Dinas Pol PP
  2. Juara 2 : RSUD Depati Bahrin
  3. Juara 3 : Dinpemdes
  4. Harapan 1 : Inspektorat
  5. Harapan 2 : Dinas PUPR
  6. Harapan 3 : PDAM Tirta Bangka

Media 722
Media 723
Media 724
Media 725