Inovasi, Majukan Kabupaten Bangka

Pada dasarnya, sistem inovasi merupakan agenda nasional sesuai dalam Undang- undang nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJN) 2005- 2025 dan Undang-undang nomor 18 tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Setiap daerah harus melakukan beberapa poin penting tentang penguatan SIDa, yaitu kebijakan membuat tim koordinasi dan Roadmap SIDa, penataan SIDa baik kelembagaan maupun sumber daya SIDa, mengembangkan SIDa melalui potensi lokal, dan melakukan koordinasi dan pelaporan hingga pemerintah pusat. Peningkatan daya saing antar daerah merupakan agenda yang sangat penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini, inovasi dalam pembangunan yang berjalan secara komprehensif serta terjadinya kolaborasi antar aktor pembangunan merupakan  faktor kunci peningkatan daya saing dan memajukan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan sistem inovasi daerah (SIDa) merupakan salah satu strategi utama dalam sistem inovasi nasional yang mewadahi proses interaksi antara komponen penguatan sistem inovasi.

Dengan berlakunya otonomi daerah, pemerintah telah menyerahkan urusan pemerintahan beberapa sektor dan bidang kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Perubahan paradigma tersebut telah membuka pintu lebar-lebar lahirnya inovasi bagi pemerintah daerah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerahnya masing-masing. Semuanya tergantung kepada kemampuan daerah, baik dari pendapatan asli daerah (PAD) maupun dari komitmen daerah terhadap pelayanan publik untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Tugas birokrat yang utama adalah sebagai pembuat regulasi dan pelayan masyarakat sesuai dengan apa yang digiatkan oleh pemerintah. Beberapa daerah kabupaten/kota telah meluncurkan program-program inovatif untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat termasuk juga di Kabupaten Bangka. Kabupaten yang merupakan Negeri Sepintu Sedulang ini dibawah kepemimpinan H. Tarmizi Saat dan Drs. Rustamsyah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bangka selalu mengedepankan pelayanan untuk masyarakat di semua sektor, mulai dari kependudukan, pertanian, peternakan, ketahanan pangan, pekerjaan umum, perpustakaan, perhubungan, pendidikan dan lainnya. Tak dipungkiri, dalam tiga tahun terakhir ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka menitikberatkan semua program-program kerjanya untuk kepentingan umum sehingga melahirkan daerah dan sumber daya manusia yang semakin baik. 
Inovasi merupakan hal yang sangat penting untuk gerak lompatan pembangunan supaya sasaran bisa lebih cepat tercapai. Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Jepang, China, Singapore, inovasi ini sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat dan mewarnai setiap kegiatan pembangunan. Untuk itu, keberadaan SIDa sangat penting sebagai acuan dasar dalam kegiatan perencanaan dan penganggaran dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). SIDa ini mengacu pada pilar utama, yaitu visi dan misi bupatinya, seperti misalnya Kabupaten Bangka dengan visi dan misi dibawah kepemimpinan H. Tarmizi Saat dan Rustamsyah adalah Bangka Bermartabat yang terkait agribisnis, dimana sektor pertanian menjadi faktor utama untuk pembangunan ekonomi. Agribisnis itu menjadi pilar utama dalam SIDa yang mendasarkan pada RPJMD Kabupaten Bangka sampai tahun 2018 nanti. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kegiatan pertanian, ketahanan pangan, perkebunan, perikanan digulirkan untuk masyarakat, seperti Kebun Kelapa Sawit Rakyat, Kebun Singkong Rakyat, Percetakan Sawah Rakyat, dan sebagainya.
BANGKA, INOVATIF
Lalu, bagaimana dan apakah program inovatif yang dimilik oleh pemerintah Kabupaten Bangka sekarang ini? Beberapa daerah kabupaten/kota juga telah meluncurkan program inovatif. Kabupaten Bangka dalam beberapa tahun terakhir ini, semakin mengeksiskan diri di pentas daerah maupun nasional. Puluhan penghargaan nasional dan daerah telah berhasil diraih Kabupaten Bangka dalam berbagai bidang, mulai dari Perencanaan Pembangunan Daerah, Pertanian, Pendidikan, Agama, Olaharaga, Perhubungan, Sosial, Lingkungan Hidup, Pelayanan Publik, Kependudukan, Perizinan, Pemerintahan Umum dan Desa, serta lainnya. Kabupaten Bangka dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bangka, H. Tarmizi Saat dan Rustamsyah, mengikuti kompetisi Sinovik tahun 2016. Dibawah koordinasi Bagian Organisasi Setda Bangka dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Satuan Kerja Perangkat Daerah lainnya, Kabupaten Bangka, Negeri Sepintu Sedulang ini, telah mengajukan lima Sinovik, mengikuti penjaringan, dan tiga diantaranya masuk dalam TOP 99 dan TOP 35 Sinovik tahun 2016 bersama dengan Kementerian, BUMN, dan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota yang lain yang ada di Indonesia. Kabupaten Bangka menjadi satu-satu kabupaten yang mewakili Bangka Belitung untuk berpartisipasi dalam kompetisi Sinovik dan menjadi kabupaten perintis / pionir di Provinsi Serumpun Sebalai ini yang ikut dan masuk dalam TOP 99 dan TOP 35 Sinovik yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di kota Surabaya Jawa Timur awal tahun ini. Ketiga Sinovik Kabupaten Bangka  tersebut, yaitu ;
1.Sim Data AMPL Bangka, Tak Lekang Oleh Waktu.
2.Nyaman STOP BABS (Buang Air Besar Sembarangan Dibalik Kocokan Arisan "Ibu").
3.Kurangi Resiko Kecacatan Dan Kematian Melalui Layanan Gawat Darurat Oleh PSC SPGDT yang berbasis IT.

Yang sangat membanggakan, Sinovik Kurangi Resiko Kecacatan dan Kematian melalui Layanan Gawat Darurat oleh PSC SPGDT yang berbasis IT, selain masuk dalam TOP 99, juga mendapatkan reward atau pengakuan dengan diundang untuk mengikuti Smart Cities Week di Amerika Serikat.
Selain semua inovasi  diatas, Pemerintah Kabupaten Bangka, baru-baru ini juga telah melakukan kick off meeting dua inovasi lagi yakni :
1.Sistem Informasi Pengelolaan Kemiskinan Terintegrasi (SIPKT)
2.Pelayanan Prima Jangkau Warga Rekam Identitas, Tuntaskan Administrasi Kependudukan atau Primajaga "Retak".
SIPKT merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam menuntaskan kemiskinan dengan menggunakan data pengelolaan kemiskinan yang harus memiliki akurasi yang tinggi. Salah satu permasalahan pendataan kemiskinan adalah penggunaan data kemiskinan yang kurang akurat dalam perencanaan pengelolaan kemiskinan, sehingga sering kali intervensi kemiskinan tidak tetap sasaran. Untuk itu dibangunlah SIKPT yang merupakan sebuah sistem informasi kemiskinan yang paling lengkap dan paling mudah diakses oleh masyarakat. Sistem ini dibangun dengan mengedepankan Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang by name, by address, by photo, by coordinate, by navigation, by profile, dan by charity serta dapat diakses oleh semua orang melalui smartphone yang berbasis android dan GPS. SIPKT ini merupakan salah satu bentuk inovasi dan satu-satu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan akan diterapkan di Bangka Belitung.
Selain itu juga Pemerintah Kabupaten Bangka melakukan Kick Off Meeting Primajaga "Retak" dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bangka. Inovasi ini terdiri dari pelayanan akta kelahiran bagi bayi yang baru dilahirkan di Puskesmas dan Rumah Sakit dan pelayanan akta kelahiran dan akta kematian melalui pelayanan administrasi terpadu kecamatan (PATEN).  Kedua inovasi ini merupakan bentuk SINOVIK yang bertujuan memberikan kemudahan dan pelayanan prima kepada masyarakat. Inovasi ini diharapkan mampu membawa nama Kabupaten Bangka ke jenjang nasional dan bisa berbicara banyak dan berkompetisi dalam Sinovik tahun 2017.
Tak salah jika di tahun 2016 kemarin, Kabupaten Bangka sebagai kabupaten paling inovatif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung jika melihat hasil, kerja nyata semua pihak di Kabupaten Bangka. Selain itu juga berbagai cara dan upaya terus dilakukan H. Tarmizi Saat dan Rustamsyah untuk kemajuan Kabupaten Bangka dengan banyak melakukan kerjasama dengan pihak lain, baik akademisi, maupun pemerintah pusat dan daerah lain, swasta dan juga lainnya.
Tahun 2017 mendatang, Bupati Bangka H. Tarmizi Saat juga bakal meluncurkan empat program yang langsung menyentuh langsung kepada masyarakat. Keempat program tersebut, yakni;
1.Program Bumiristi yakni perguruan ibu hamil berisiko tinggi sehingga butuh bidan dan petugas KB di lapangan.
2.Program Bunatuslah yakni perguruan anak putus sekolah.

Untuk program ini akan dilaksanakan bersama pihak kepolisian dan kejari sehingga anak yang putus sekolah, dapat kembali belajar.
3.Program  Buratuhiri yakni perguruan orang tua hidup sendiri.

Pemkab Bangka akan membangun rumah layak huni bagi orang tua yang hidup sebatang kara. Untuk itu, pada tahun 2017 nanti akan dibangun rumah layak huni sebanyak 600 unit. Rumah layak huni tersebut akan dianggarkan dana senilai Rp 35 milyar dimana masing-masing Rp 65 juta per unitnya. Selain itu juga, rumah layak huni tahun 2017 harus diplester, dicat dan pakai dek sehingga lebih berkualitas dan tidak setengah-setengah memberikannya kepada masyarakat.
4.Program Rumah Cinta Lansia.

Rumah ini untuk menampung para orang tua yang terlantar.

Keempat program tersebut bisa menjadi contoh sekaligus pionir bagi kepala daerah yang lain dalam memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat. Jika perlu bisa diikutkan dalam Sistem Pelayanan Publik atau Sinovik dan menjadi pemimpin inovatif dalam memberikan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat. Selain itu juga Kabupaten Bangka mempunyai Gerakan Sedekah Lima Ratus Rupiah Sehari atau Semari bekerja sama dengan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT).
Memang masih banyak hal yang kurang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang dibentuk dalam inovasi. Namun, setidaknya, Kabupaten Bangka telah mengambil langkah yang tepat dan berupaya terus memberikan yang terbaik untuk masyarakatnya. Apalagi Kabupaten Bangka telah terpilih menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang memerlukan banyak inovasi dan kreativitas dari masyarakat. Pada dasarnya KEK dibentuk untuk membuat lingkungan kondusif bagi akitivitas investasi, ekspor, dan perdagangan guna mendorong laju pertumbuhan ekonomi serta sebagai katalis reformasi ekonomi. Bahkan data-data empiris menggambarkan bahwa KEK mampu menarik para investor, terutama investor asing untuk berinvestasi dan menciptakan lapangan kerja. Hal itu tak lain karena kemudahan yang didapat para investor, kemudahan itu berbentuk kemudahan di bidang fiskal, perpajakan dan kepabeanan. Bahkan ada juga di bidang non fiskal, seperti kemudahan birokrasi, pengaturan khusus di bidang ketenagakerjaan dan keimigrasian, serta pelayanan yang efisien dan ketertiban di dalam kawasan. Karena itu, perlu dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan hal itu, termasuk juga menciptakan inovasi-inovasi baru guna mendukung Kawasan Ekonomi Khusus.

Masih banyak program inovatif yang telah, sedang, dan akan diluncurkan oleh pemerintah kabupaten/kota, termasuk juga Kabupaten Bangka, mungkin juga kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menciptakan inovasi yang kreatif. Menyusun program inovatif yang dapat melibatkan seluruh stakeholder, memang tidak semudah membalik telapak tangan, karena harus melibatkan semua komponen yang terkait dalam semua bidang. Namun, yang lebih sulit lagi adalah melaksanakannya secara konsisten dan konsekuen, karena komitmen semua pihak akan menjadi penentu keberhasilan program inovatif tersebut. Semoga Inovasi yang diciptakan memberikan kontribusi positif untuk masyarakat.***

Penulis: 
Lutfi Adam, S.IP
Sumber: 
foto internet
Tags: 
Artikel

Artikel

24/03/2017 | Lutfi Adam, S.IP
163 kali dilihat
06/02/2017 | Lutfi Adam, S.IP
145 kali dilihat
13/03/2017 | Lutfi Adam, S.IP
140 kali dilihat
06/02/2017 | Lutfi Adam, S.IP
125 kali dilihat
06/04/2017 | Lutfi Adam, S.IP
108 kali dilihat

ArtikelPer Kategori