Ternyata Sisik Ikan Bisa Dibuat Bunga Yang Cantik Lho,

Kabupaten Bangka yang kaya akan potensi lautnya selama ini belum dimanfaatkan dengan maksimal. Masih banyak masyarakat Bangka memanfaatkan hasil laut dengan mengkonsumsi saja. Hal inilah yang membuat Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangka dibawah kepemimpinan Hj. Mina Tarmizi Saat melakukan dan ingin membuat perempuan Kabupaten Bangka bisa maju dan semakin kreatif serta dapat membantu keluarga secara ekonomis.
Untuk itu, dalam rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangka mulai dari tanggal 9 sampai tanggal 12 Oktober di Ruang Pertemuan Tanjung Pesona Sungailiat Kabupaten Bangka, salah satunya mengajari ibu-ibu pkk desa se-Kabupaten Bangka membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan sisik ikan.
"Potensi laut di Bangka ini sangat besar, selama ini kita hanya makan ikan saja, dagingnya saja, namun ternyata dari sisiknya, tulangnya, ternyata mempunyai manfaat yang besar dari segi ekonomis dan keindahan, sisik ikan yang besar seperti ikan kakap, ketarap dan lainnya dapat dibuat bros dan bunga yang sangat cantik dan indah, serta bisa dijual untuk menambah penghasilan para ibu-ibu," ungkap Hj. Mina di sela-sela kegiatan bimtek.
Diakui Hj. Mina selama ini sisik ikan di Kabupaten Bangka belum dimanfaatkan dan hanya dibiarkan begitu saja.
"Namun dengan pelatihan dan sharing ilmu dari Deskranasda Bintan, ternyata sisik ikan dapat dimanfaatkan untuk membuat bros, bunga dan lainnya," ungkap Mina.
Kedepan Hj. Mina berharap, kerajinan sisik ikan ini bisa menjadi ikon Kabupaten Bangka nantinya.
"Manfaatkan betul pelatihannya, dan ibu-ibu harus berpikir kreatif dan bisa memanfaatkan sisik ikan ini untuk membantu kita, potensi dan bahan bakunya mudah didapat," harap Mina.
Sementara itu, Raymond selaku Sekretaris Deskranasda Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau mengungkapkan Kabupaten Bangka memilik potensi yang sangat besar dari sektor kelautan dan hal ini sama dengan Kabupaten Bintan.
"Bangka ini sama dengan Bintan, potensinya pantai, sumber daya alamnya juga pantai, jadi sangat bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan secara ekonomis," ujar Raymond.
Dikatakan Raymond, hasil laut yang selama ini menjadi limbah, seperti sisik ikan, dapat dimanfaatkan dengan menghasilkan barang atau kerajinan tangan secara ekonomis dan artistik.
"Kita memanfaatkan limbah seperti sisik ikan ini dibuat kerajinan tangan seperti bros, bunga dan nilai jual dan ekonomisnya sangat tinggi sekali, terkait harga sangat murah dan terjangkau, cocok untuk souvenir," terang Raymond yang produk pasarannya sudah ke seluruh Indonesia dan mancanegara juga.
Raymond berharap, para ibu jika menekuni kerajinan sisik ikan ini, dapat menghasilkan dan bisa membantu ekonomi keluarga.
"Sisik ikan ini mudah didapat, dan kita bisa memanfaatkannya, dari segi biaya juga lebih murah, karena bahan bakunya tersedia, yang awalnya tidak bernilai jadi bernilai, nilai ekonomisnya sangat berharga, apalagi banyak wisatawan datang ke Bangka, kerajinan sisik ikan ini bisa menjadi buah tangan juga, " katanya.
Sementara itu, Widya dari PKK Desa Dalil Kecamatan Bakam mengatakan, dengan adanya pelatihan membuat kerajinan tangan dari sisik ikan, setidaknya dirinya bersama teman-teman yang lain bisa lebih kreatif dan bisa memanfaatkan sisik ikan.
"Tidak terpikir pak sebelumnya, ternya sisik ikan yang kita buang selama ini bisa menjadi bros cantik, bunga yang indah," ungkapnya.
Kedepan Widya ingin setelah mahir dalam membuat kerajinan tangan dari sisik ikan, dirinya bisa menjual hasilnya untuk dijual.
"Kita ada BUMDes, mungkin kita bisa membuka usaha ini melalui BUMDes, selama ini kita hanya menjual madu, sayur mayur dan makanan dari singkong atau lainnya, dengan adanya pengetahuan dalam membuat bros atau bunga dari sisik ikan, bisa membantu kita juga untuk menambah pendapatan keluarga," katanya.

Sumber: 
Dinkominfotik
Penulis: 
Lutfi Adam
Fotografer: 
Lutfi Adam
Editor: 
Lutfi
Tags: 
Berita Daerah