Telur Khatam, Kearifan Lokal Yang Harus Dilestarikan

Kegiatan Gemar dan Cinta Membaca Al quran atau One Day One Juz merupakan salah satu upaya untuk mendidik siswa sehingga mencintai dan memahami dan mengamalkan isi kandungan Al quran. Selain nasi tumpeng, kegiatan Gemar dan Cinta Membaca Al quran dihiasi juga dengan hiasan telu khatam yang disediakan oleh setiap sekolah yang ikut dalam kegiatan Gemar dan Cinta Membaca Al Quran Tingkat Kecamatan Mendobarat, Kamis (19/10/17) di SMPN W Mendobarat.
Menurut Bupati Bangka H. Tarmizi Saat yang hadir dalam kegiatan tersebut, tekur khatam Al quran ini sangat unik dan merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang dipunyai Kabupaten Bangka.
"Bagus semua hidangan,warna- warni semakin menarik dan meriah, adan bunga dan hiasannya, banyak bentuknya, dan unik semuanya, susah memilihnya," ungkap bupati ketika melakukan peninjauan dan penjurian telur khatam.
Dikatakan mantan Sekda Bangka tersebut, telur khatam atau hidang ini merupakan salah satu bentuk apresiasi dan penghormatan kepada yang melaksanakan khataman Al quran dan juga apresiasi kepada tamu yang telah berkunjung.
"Semoga ini terus dilestarikan dan menunjukkan kebersamaan antar kita semua," katanya,
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bangka H. Tarmizi Saat memborong dua hiasan telur khatam berbentuk perahu dan bisa dijadikan hiasan rumah.
"Saya borong dua telur khatam berbentuk perahu itu, bagus sekali dan bisa dipajang juga di rumah," kata bupati sela-sela peninjauan dan penjurian tekur khatam.
Untuk yang terbaik telur khatam dalam kegiatan Gemar dan Cinta Membaca Al quran pada tingkat Kecamatan Mendobarat adalah juara pertama SMPN 3 Mendobarat dengan tekur khatam ada kubah masjidnya,, juara kedua SDN 25 Mendobarat berbentuk perahu, dan juara tiga SDN 8 Mendobarat berbentuk bunga.

Sumber: 
Dinkominfotik
Penulis: 
Lutfi Adam
Fotografer: 
Lutfi Adam
Editor: 
Lutfi
Tags: 
Berita Daerah