Sekda Bangka Panen Raya Ikan Safil

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangka, H. Fery Insani, MM melakukan panen ikan Safil atau Ikan Tembakang di lokasi tambak Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Kelimpat Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Selasa (11/4/2017).

Sekda Bangka dalam sambutannya menyambut baik kegiatan yang dilakukan POKDAKAN Kelimpat yang merupakan salah satu bentuk pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Bangka dan diharapkan pengembangannya akan semakin baik dalam menunjang perekonomian masyarakat.

‘’Budidaya perikanan adalah bentuk ekonomi kreatif yang mudah-mudahan barokah dan masyarakt bisa menikmati CSR dari PT Timah untuk mengembangkan usahanya,’’ungkap Sekda Bangka.

Dikatakannya lagi, Pemda Bangka di bawah kepemimpinan Bupati Bangka H. Tarmizi H. Saat dan Wakil Bupati Bangka, Rustamsyah, melakukan pengembangan agrobisnis di semua sektor. Dalam pengembangan sektor perikanan juga dapat dimanfaatkan lahan eks tambang timah melalui konsep pemberdayaan masyarakat sekitarnya dan mengembangkan kegiatan pembudidaya ikan, kepiting, udang dan lainnya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat POKDAKAN dan Nelayan.

Sementara itu, Direktur Pakan, Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Syarifin, dalam sambutannya menyambut baik pengembangan ikan lokal yang salah satunya di Kabupaten Bangka yang mana di nusantara ini mempunyai 3 ribu lebih spesies ikan lokal. Ikan lokal mempunyai ketahanan tubuh yang sangat luar biasa terhadap lingkungan dan penyakit.

‘’Penanganan ikan lokal harus ditangani dengan baik. Di Sukabumi adalah wilayah khusus untuk pengembangan ikan air tawar sedangkan untuk ikan-ikan lokal ada di Mandiangin, Kalimantan Selatan. Perikanan juga bisa memanfaatkan lahan pertanian seperti padi bisa dibudidayakan ikan lele, nila, dan lainnya,’’jelas Syarifin.

Dalam kesempatan itu juga, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka, H. Akhmad Safran, menyampaikan selayang pandang tentang perkembangan perikanan di Kabupaten Bangka yang mana air tambak lele atau patin bisa dipergunakan untuk pupuk lada, perkembangan budidaya Udang Paname yang sudah dikembangan oleh PT Prayasa Mina Merawang dan Koperasi Al Baja di Belinyu yang sudah menghasilkan 300 ton udang pada tahun 2016.

Secara terpisah, Ketua POKDAKAN Kelimpat, Edi Iskandar, mengatakan bahwa untuk di lokasi pertambakan yang dikelolanya ini sudah menghasilkan berton ikan Safil yang mana kalau dipasarkan dijual seharga 50 ribu perkilogram. Selain ikan Safil, beraneka macam ikan air tawar seperti lele, Nila, dan lainnya juga dikelola oleh kelompoknya.

Dalam kegiatan panen raya dan temu wicara pembudidaya ikan Air Tawar di POKDAKAN Kelimpat tersebut juga dihadiri oleh para anggota DPRD Bangka, Hendra Yunus dan Imelda, Kapolsek Sungailiat, kepala SKPD di Lingkungan Setda Bangka, para kelompok budidaya ikan air tawar, perwakilan provinsi, dan para tamu undangan lainnya. (Edo/Humas)

Sumber: 
Humas Bangka
Penulis: 
Eddo Richardo
Fotografer: 
Robby Haical
Editor: 
Eddo Richardo
Tags: 
Berita Daerah