Satgas Pangan Bangka Awasi Ketersediaan Pangan

Tim Terpadu Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Bangka melakukan pengawasan ketersediaan, keamanan dan harga pangan pokok serta strategis lain.

Pemantauan dilakukan di Agen, Sub Agen dan Pengecer di kecamatan Sungailiat dan sekitarnya menjelang Idil Fitri 1438 H.

Tim yang dipimpimpin Ketua Satgas Pangan Kabag OPS Polres Bangka terdiri dari jajaran Polres Bangka  dan Pemkab Bangka diantaranya Dinas Pangan, Disnakerperindag, Dinas Pertanian, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Bagian Perekonomian serta Bagian Humas dan Protokol Setda Bangka, juga bersama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan Pangkalpinang.

Tim I dan II bergerak di sekiar pasar Sungailiat, Sinar Jaya, dan Air Ruai, kecamatan Pemali memantau kondisi sejumlah komoditi yang diperdagangkan.

Diantaranya Tim I memantau Toko Chrisko 2 di jl. Jend. Sudirman Sungailiat, Toko Atang di Pasar Kite Sungailiat dan toko Alfa Mart di Air Hanyut.

Sedangkan Tim II melakukan pemantauan di toko David di Jl Raya Belinyu, Sinar Jaya Jelutung, toko Acan dan toko Haikin Jl. Batin Tikal Air Ruai.

Pemantauan tim I kondisi harga barang kebutuhan pokok dan barang strategis relatif stabil, bahkan harga beras mengalami penurunan harga, namun terdapat produk yang bertuliskan PIRT (Produksi Industri Rumah Tangga) yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan, yaitu Dodol sehingga harus disingkirkan tidak boleh diperdagangkan sebelum memiliki nomor PIRT.

Disamping itu ditemukan barang yang sudah kadaluarsa digabungkan dengan barang yang masih berlaku, tim I menyarankan barang segera dipisahkan untuk tidak digabungkan.

Sementara itu hasil pemantauan Tim II di Toko Chrisko 2 ditemukan beberapa barang kemasan yang mengalami kerusakan pada kemasannya.

Menurut Kasubag Perekonomian Sirajudin, untuk barang yang rusak kemasan pedagang diminta untuk tidak menjual barang tersebut, segera menyingkirkannya dari tempat penjualan.

Dijelaskannya,  pemantauan juga dilakukan terhadap gudang penyimpanan barang, namun tidak ditemukan terjadinya penimbunan barang.

Untuk keberadaan gudang sesuai dengan atruran harus memiliki perizinan tersendiri dalam penyimpanan barang.

Diharapkannya kepada para pedagang untuk tidak melakukan penimbunan barang karena ini melanggar aturan yang dapat terkena sanksi hukum.

“ Bila tidak terjadi penimbunan barang, maka tidak akan terjadi kelangkaan barang yang akan memicu kenaikan harga sehingga kondisi harga tetap stabil menjelang lebaran, walaupun naik hanyalah sedikit tidaklah membuat masyarakat terbebani,”ujarnya.

Diingatkan  kepada para pembeli dalam membeli produk makanan, minuman dan lain – lain untuk meneliti dahulu sebelum membeli.(*)

Sumber: 
Humas Bangka
Penulis: 
Rustian
Fotografer: 
Hendra
Editor: 
Rustian
Tags: 
Warta Berita