PNS Pria Dapat Ajukan Cuti Dampingi Istri Bersalin

Sungailiat – Saat ini  Pegawai Negeri Sipil pria sudah dapat mengajukan cuti untuk mendampingi isteri yang menjalani proses melahirkan. Cuti yang tersebut termasuk dalam Cuti Alasan Penting (CAT) ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

Demikian disampaikan oleh Direktur Perundang-undangan Badan Kepegawaian Negara Julia Leli Kurniatri, SH., MH dalam acara kegiatan sosialisasi peraturan perundang-undangan kepegawaian di BKN Regional VII Palembang  Kamis (8/3/18) yang diikuti pejabat Administrator pada BKPSDMD Kabupaten/kota se wilayah kerja Kantor Regional VII BKN Palembang.

Julia Leli Kurniatri menjelaskan, bahwa kebijakan ini sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS dan selanjutnya dituangkan lebih terperinci lewat Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti PNS.

“Kebijakan ini merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah pada pengarusutamaan gender dengan memberikan kesempatan sama kepada PNS laki-laki dan wanita dalam mengurus keluarga. Dalam Peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017 disebutkan CAP bagi PNS laki-laki yang mendampingi istri bersalin tersebut tidak memotong cuti tahunan dan selama menggunakan hak atas cuti karena alasan penting, PNS yang bersangkutan menerima penghasilan PNS,” jelasnya.

Julia Leli juga menambahkan bahwa secara umum pemberian cuti melahirkan bagi pekerja laki-laki di Indonesia belum diatur dalam aturan khusus dan kalaupun terdapat perusahaan swasta yang memberlakukan kebijakan tersebut, jangka waktu cuti yang diberikan beragam.

“Sebagai contoh, dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 93 Ayat (4) huruf e diatur bahwa pekerja laki-laki di Indonesia memperoleh hak cuti mendampingi istri melahirkan hanya selama 2 (dua) hari. Sementara untuk PNS laki-laki melalui CAP yang diatur dala m Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017 disebutkan bahwa lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti paling lama 1 (satu) bulan,” pungkasnya. (BKPSDMD)

Sumber: 
BKPSDMD
Penulis: 
Wahidin Agus Priyono
Fotografer: 
Wahidin Agus Priyono
Editor: 
M. Khadafi
Tags: 
Berita Daerah