Pertanian, Potensi Terbesar Kita

Sekarang ini banyak orang di negeri ini mulai mengalihkan pandangannya ke sektor lain yang lebih cepat dan mudah dibandingkan harus berkutat dengan sektor pertanian dan sektor terkait lainnya. Anak-anak muda sebagai generasi penerus bangsa sangat sedikit bahkan bisa dikatakan sangat jarang yang serius menggeluti sektor pertanian ini.  Mengapa fenomena tersebut sangat bertolak belakang dengan negeri lain, mereka pandai dan mampu memanfaatkan peluang dan potensi tersebut agar dapat menghasilkan pemasukan yang besar, petaninya makmur, nelayannya kaya dan negaranya sejahtera, padahal mereka memiliki laut yang tidak terlalu luas dan lahan untuk pertanian yang terbatas.
Apakah ada yang salah dalam pengelolaan potensi pertanian dan perikanan tersebut kita ? Atau memang kita tidak tertarik untuk memanfaatkan anugerah Tuhan ini? . Dilihat dari sumber daya untuk pengembangan usaha pertanian dan perikanan, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibandingkan negara lain, lahan terbentang luas dengan kesuburannya, demikian juga potensi perikanan, laut yang membentang mengelilingi pulau pulau yang terbentang dari Sabang sampai Marauke juga mengandung potensi perikanan yang sangat luar biasa, secara logika seharusnya pertanian dan perikanan kita mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat, devisa negara, mengingat kedua potensi tersebut merupakan sumber daya yang terbarukan.

Bagaimana dengan kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung?. Sudahkan memaksimalkan potensi pertaniannya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat?. Kabupaten Bangka dibawah kepimpinan H. Tarmizi Saat dan Drs. Rustamsyah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bangka yang visi misinya sebagian besar memanfaatkan lahan pertanian untuk mewujudkan pertanian yang tangguh sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal daerah Bangka mulai berlari untuk mengembalikan kejayaan pertanian yang merupakan sebagai harta karun indonesia. Bahkan H. Tarmizi Saat dikenal juga sebagai tokoh pertanian Babel dengan upaya dan pemikirannya selalu didedikasikan untuk kemajuan pertanian di Kabupaten Bangka, dan Bangka Belitung umumnya. Orang nomor satu di Kabupaten Bangka ini selalu memberikan contoh nyata untuk sektor pertanian ini, mulai dari bercocok tanam lada, karet, ubi sampai pekarangan rumah di Rumah Dinasnya dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Berbagai kebijakan dan juga regulasi, kerjasama  pemerintah terus diupayakan untuk mendukung pertanian.  Hal yang sama juga dilakukan wakil bupati Bangka Rustamsyah. Pertanian memang menjadi program andalan kedua pemimpin ini untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan pembangunan ekonomi di Kabupaten Bangka.
 Lahan pertanian di negara kita pun masih sangat luas, meskipun jika dibandingkan dengan zaman dahulu lahan pertanian kita berkurang akibat kebutuhan pembangunan infrastruktur yang kian meningkat. Namun sekali lagi, lahan pertanian di negara kita masih cukup luas jika kita mampu memaksimalkannya. Cukup ironis memang jika kita melihat  pengembangan potensi pertanian, perkebunan dan perikanan sekarang ini, seakan-akan dibiarkan harta karun terbuang percuma dan petani serta nelayannya dibiarkan tanpa dikelola dan didukung program yang membumi sehingga kedua profesi tersebut hanya untuk sekedar bertahan. Melihat makin berkurangnya potensi sumber daya alam lainnya akibat kebijakan eksploitasi yang tak terkendali, tentunya tidak ada pilihan setelah timah habis, hutan habis, minyak kita menipis, apakah kita tidak memikirkan untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi pertanian dan kelautan? . Pembangunan pertanian dan perikanan masih belum optimal dan terkesan masih jalan ditempat, sehingga bagi masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan nelayan belum merasakan dan belum dapat mengembangkan usahanya. Salah satu variabel penting dalam usaha pertanian adalah luasan lahan yang dikelola, kemudian metode bertani yang digunakan dan kelancaran angkutan serta akses pasar yang jelas, yang terjadi petani disuruh bercocok tanam, tiba pada saat panen setelah hasil melimpah mereka kesulitan untuk menjual hasilnya, bahkan sampai terbuang karena busuk, kejadian ini tentunya sangat merugikan petani. Persoalan ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan juga stakeholder lainnya, sehingga apa yang yang menjadi persoalan petani dapat diatasi. Pembangunan pertanian mempunyai posisi yang sangat strategis dalam pembangunan nasional. Sektor ini merupakan salah satu sektor andalan bagi sebagian masyarakat Indonesia, karena hampir 75 persen, penduduk Indonesia bekerja bercocok tanam atau petani. Selain itu juga, pertanian sangat memberikan nilai kontribusi yang sangat besar baik langsung maupun tidak langsung. Pertanian merupakan kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam atau crop cultivation serta pembesaran hewan ternak, meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bio enzim dalam pengolahan produk lanjutan, atau sekadar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan dan lain sebagainya.

BANGKA, PERTANIAN YANG TANGGUH
Kabupaten Bangka dalam tiga tahun terakhir ini, sudah sangat konsen dan peduli dengan sektor yang membumi di masyarakat ini. Dalam visi misinya Bangka Bermartabat, salah satunya ingin mewujudkan pertanian yang tangguh. Langkah ini sudah dirintis dengan melakukan banyak hal, seperti meningkatkan kemampuan petani dan penguatan lembaga pendukungnya, mengamankan ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas, produksi tanaman mulai dari padi, lada, karet, kelapa sawit, palawija, holtikultura, ubi, dan daya saing produk pertanian, dan memanfaatkan hutan untuk diversifikasi usaha dan mendukung produk pangan.  Bentuk nyata dari kegiatan tersebut, diantaranya melakukan kerjasama dengan pihak lain, seperti IPB, UGM, LIPI UBB BPPT Serpong dan Babel, dan lainnya, membangun pabrik pengelolaan ubi casessa, peningkatkan bibit lada Ex Vitro, karet, kelapa sawit dan percetakan sawah termasuk juga agribisnis lainnya, mulai dari tanaman palawija, jambu dan lainnya. Selain itu juga, bersama TNI, Pemerintah Kabupaten Bangka terus melakukan cetak sawah di daerah-daerah yang potensial, seperti di Desa Kemuja, Nibung, Pangkal Niur, Banyu Asin, Saing dan desa lainnya. Tujuannya selain meningkatkan kedaulatan pangan juga ingin mewujudkan pertanian yang tangguh, sehinggga sektor ini bisa menjadi andalan utama bagi masyarakat dengan memanfaatkan lahan pertanian dan perkebunan yang masih luas. Pemberdayaan tanaman lokal juga terus digiatkan di Kabupaten Bangka untuk mendukung kedaulatan pangan dan mewujudkan pertanian yang tangguh sesuai dengan visi misi Kabupaten Bangka, Bangka Bermartabat. Memang keberhasilan yang baru didapatbelum memuaskan, namun langkah dan upaya, serta strategis terus dilakukan Kabupaten Bangka untuk mengembalikan kejayaan sektor pertanian, karena faktor-fkator untuk mencapai hal terus sangat memungkinkan dengan memanfaatkan semua potensi, baik dari segi sumber daya alamnya maupun sumber daya manusianya. Bangka dengan lahan yang cukup subur sangat potensial untuk menjadikan pertanian sebagai sektor andalan dan utama dalam memberikan kontribusi kemajuan untuk masyarakat. Banyka yang sudah tahu, Bangka terkenal dengan hasil pertanian dan perkebunannya dari sejak dulu, mulai dari tanaman lada, karet, nanas, dan sebagainya. Langkah Bupati Bangka H. Tarmizi Saat menjadikan pertanian dalam visi misinya patut diapresiasi, karena dilihat dari sumber daya alamnya, mempunyai prospek yang sangat cerah dan sekarang tinggal faktor pendukung lainnya yang mendukung program tersebut sehingga bisa mewujudkan kembali kejayaan masa lalu dan menjadikan pertanian yang tangguh di Kabupaten Bangka, tanpa mengabaikan sektor terkait lainnya sehingga bisa berjalan dan bersinergis.

JAYALAH PERTANIAN
Kejayaan bidang pertanian,  dimulai dengan membangun bersama. Memang bukanlah hal yang mudah untuk meraih kembali kejayaan yang pernah kita raih, namun kita akan mampu untuk meraihnya kembali jika  kita memiliki kemauan dan usaha untuk meraihnya kembali. Memang tidak dalam waktu singkat meraih kejayaan pertanian , melainkan membutuhkan beberapa tahun kedepan untuk meraihnya. Mulai berbenah dari hal yang terkecil yakni sebuah niat dan kemauan untuk mengembalikan kejayaan yang dahulu pernah kita raih. Kesadaran masyarakat yang masih menganggap bahwa dunia pertanian atau profesi sebagai petani adalah hal yang tak menarik harus kita ubah perlahan. Karena pada hakikatnya dibalik dunia pertanian yang saat ini masih dipandang sebelah mata ada banyak harta karun yang bisa kita nikmati bahkan anak cucu kita nanti akan menikmati harta karun tersebut. Generasi muda harus bersama-sama untuk membangun kembali kejayaan pertanian Indonesia. Karena seperti yang kita tahu, saat ini tak banyak orang yang mau untuk membangun bidang pertanian indonesia. Banyak lulusan sarjana yang enggan untuk terjun dalam bidang pertanian. Hal ini menjadi pertanyaan besar, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Para lulusan sarjana justru lebih tertarik bekerja menjadi pegawai yang mungkin gajinya hanya cukup untuk kebutuhan dasar sehari-hari. Tak banyak yang memiliki keinginan untuk terjun ke dalam dunia pertanian atau menjadi petani, mungkin jika dipresentase tak akan lebih dari 10 persen yang memiliki niat untuk terjun ke dalam dunia pertanian. Mungkin memang karena di negara kita profesi sebagai petani dipandang sebelah mata dan dianggap tak bisa menjadi jalan kesuksesan. Memang benar jika terjun ke dalam dunia pertanian namun tak menekuni dan mempelajari maka kesuksesanpun akan jauh darinya. Namun ketika terjun ke dunia pertanian dan memiliki niat serta kemauan untuk terus belajar niscaya akan meraih kesuksesan  dalam dunia pertanian.  Kedepan dibutuhkan langkah yang serius dan cerdas baik dari pemerintah, maupun masyarakat yang harus peduli, agar potensi harta karun tersebut bisa dinikmati dan dikelola untuk kesejahteraan masyarakat, langkah yang dirasa cocok diantaranya dengan cara revitalisasi dan modernisasi pertanian dan perikanan, penyediaan lahan pertanian yang memadai dengan memangkas kepemilikan lintah darat yang hanya bisanya menelantarkan lahan negara perlu berani dan tegas demi kepentingan rakyat, sedangkan untuk perikanan perlu didukung sumber dana yang memadai untuk pengadaan kapal dan alat tangkap kapal perlu melalui sumber dana APBN dan APBD untuk membantu nelayan. Tentunya keberhasilan maksud tersebut tergantung kecerdasan dan keseriusan pemerintah dalam program optimalisasi usaha pertanian dan perikanan. SEMOGA***
 

Penulis: 
Lutfi Adam, S.IP
Tags: 
Artikel

Artikel

24/03/2017 | Lutfi Adam, S.IP
118 kali dilihat
13/03/2017 | Lutfi Adam, S.IP
117 kali dilihat
06/02/2017 | Lutfi Adam, S.IP
115 kali dilihat
06/02/2017 | Lutfi Adam, S.IP
97 kali dilihat
06/02/2017 | Lutfi Adam, S.IP
96 kali dilihat

ArtikelPer Kategori