Perguruan Tinggi Diharapkan Dapat Mencetak Enterpreuner Muda Dalam Mengembangkan Perekonomian Babel ke Depan

Perguruan Tinggi diharapkan dapat mencetak enterprener muda dalam mengembangkan perekonomian di Bangka Belitung. Hal ini diungkapkan Profesor. Djamaludin Ancok Ph.D, selaku Guru Besar Psikologi Universitas Gajah Mada Jogjakarta. Selama dua jam, Djamaludin yang juga dosen terbang pada 8 (delapan) negara itu mampu membangkitkan antusias mahasiswa  dan para dosen di Stisipol Pahlawan 12 Sungailiat Bangka, Selasa (13/03/17).

Kuliah umum yang juga di hadiri oleh Sekda Babel dan Yayasan Cendikia Bangsa tersebut jauh dari kesan serius, meski begitu banyak makna yang diselipkan oleh Profesor Djamaludin tentang sekilas bagaimana membangun perekonomian Bangka Belitung.
 
"Babel banyak memiliki potensi sumber daya alam yang bisa dikembangkan, tapi masyarakat terlena akan usaha yang mudah seperti pertambangan misalnya. Tapi saat timah sudah tidak bisa ditambang lagi maka hal itu menjadi masalah baru dalam masyarakat kita. Maka dari sekarang mari kita didik masyarakat untuk menjadi masyarakat yang cerdas. Cerdas dalam melihat peluang dan usaha," harap Djamaludin.
 
Selain itu juga, Provinsi Bangka Belitung sangat cocok dengan konsep ekonomi kupu-kupu (butterfly economic) yaitu bagaimana efek dari kepakan sayap kupu-kupu yang jika dilakukan secara bersamaan dalam satu kelompok akan menimbulkan angin yang sangat besar.
 
"Artinya adalah hal sekecil apapun yang kita lakukan secara bersamaan akan berefek besar nantinya. Contohnya bagaimana kita menghadapi mahalnya harga cabe. Kenapa kita tidak menanam sendiri cabe di setiap rumah, tentunya, mahalnya harga cabe tersebut tidak akan berimbas kepada  kita dan itu akan menjadi peluang bisnis juga. Tapi pemda harus mengatur sistemnya agar harga cabe tidak jatuh maka harus ada proses bisnis yang diatur yaitu pemda yang bertindak sebagai penyalur langsung ke produsen jangan biarkan hasil panen cabe masyarakat jatuh ke tangan tengkulak," lanjutnya.
 
Lebih lanjut, beliau juga  menjelaskan mengapa Blackbery bisa dikalahkan oleh android, samsung bisa bersaing dengan Apple dan asus bisa bersaing dalam pasar asia.. karena mereka berani untuk berinovasi dari tahap awalnya meniru kemudian merubah dan terakhir berinovasi.
 
"Kita suka terlena dan tidak waspada terhadap perubahan lingkungan merasa hebat dan menggangap remeh akan perubahan tersebut. Sehingga saat selera berubah kita tidak berubah maka kita akan mati secara perlahan," katanya.

Saat ini lanjutnya,peran perguruan tinggi sangat kuat untuk melahirkan enterprener muda yang handal, mahasiswa harus diajarkan bersikap kritis dan inovatif dalam menghadapi tantangan global dan persaingan pasar terbuka. Karena itu ungkapnya, kita akan bersaing dengan tenaga-tenaga asing dan hal ini tidak bisa dielakkan.

"Jangan terlena karena merasa di daerah sendiri waspadai segala perubahan lingkungan jika ingin maju dan berkembang. Jangan takut bermimpi, karena mimpi itulah akan membawa kita ke tingkat kesuksesan seperti saya saat ini". pesan Profesor Djamaludin menutup acara perkuliahan umum di  Kampus Stisipol Pahlawan 12 Sungailiat Bangka.

Sumber: 
Dinkominfotik
Penulis: 
Suryani
Fotografer: 
Suryani
Editor: 
Suryani
Tags: 
Berita Daerah