Penerima Rastra di Kabupaten Bangka tahun 2017 Meningkat

Program Beras Sejahtera (Rastra) atau Beras Miskin (Raskin) merupakan program pemerintah pusat yang bersifat darurat untuk merespon krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998 yang disebut dengan sebutan operasi pasar khusus.

“ Selanjutnya berkembang menjadi program kesejahteraan sosial yang bertujuan mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok beras yang dikenal raskin atau rastra,” kata M. Kamil Abu Bakar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Bangka, Selasa (11/4) ketika membuka Rapat Koordinasi Program Bantuan Beras Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah ( Rastra) kabupaten Bangka tahun 2017 di ruang pertemuan Bangka Bermartabat Kantor Bupati Bangka.

Dijelaskannya, selama kurun waktu sekitar 20 tahun perjalanan program tersebut, pada kenyataannya belum dapat mengatasi permasalahan , bahkan masyarakat miskin di kabupaten Bangka secara data terjadi penambahan.

Di Kabupaten Bangka Pada tahun 2007 tercatat penerima raskin berjumlah 7.176 Rumah Tangga Sasaran (RTS), tahun 2009 turun menjadi 5.803 RTS, tahun 2013 meningkat menjadi 9.182 RTS, dan tahun 2017 berjumlah 10.100  RTS.

Untuk penerima Rastra tahun 2017 menurut Kamil, menunggu data paling mutahir dari para Kepala Desa dan Lurah, untuk itu diharapkannya para para Kades dan Lurah agar mengirimkan data paling lambat hari Sabtu (15/4) untuk menyampaikan ke Bagian Perekonomian Setda Bangka.

“ Warga kita yang mendapatkan Rastra sangat tergantung dengan data yang disampaikan para Lurah dan Kepala Desa karena saat ini sudah bulan April, cadangan beras di Bulog sudah pul, mohon kerja samanya karena  banyak rumah tangga yang sangat menunggu bantuan beras rastra, semoga apa yang kita lakukan akan menjadi amal ibadah,” kata Kamil.

Ia mengungkapkan, kebijakan pemerintah tersebut diharapkan bisa mengurangi beban masyarakat mengingat tahun 2017 pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakan baru terkait dengan program Rastra sejalan arahan bapak Presiden bahwa program bantuan Rastra akan ditranspormasi menjadi bantuan pangan yang disalurkan secara non tunai untuk meningkatkan efektifitas dan ketepatan sasaran.

Program non tunai ini baru dilaksanakan di 44 Kabupaten/ Kota dan diantaranya 2 kecamatan di kabupaten Bangka yakni kecamatan Riau Silip dan Bakam dalam fasilitas E Warong yang sudah diresmikan Menteri Sosial RI.

Rakor diikuti para Kepala Desa dan Lurah se kabupaten Bangka. Juga menghadirkan pembicara dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa DPMPD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Badan Pusat Satistik dan Bulog. (Humas) 

Sumber: 
Humas Bangka
Penulis: 
Rustian
Fotografer: 
Junialdi
Editor: 
Rustian
Tags: 
Warta Berita