Panen Jagung, Beri Bukti Langsung Ke Masyarakat

Mewujudkan pertanian yang tangguh dan meningkatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang lestari merupakan salah satu visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka. Salah satu caranya dengan meningkatkan kuantitas sumber daya alam dan memanfaatkan untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan bertanam tanaman jagung.
Kamis, (13/7/17) di areal persawahan Dusun Gumang Desa Kemuja Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan panen jagung di kebun milik Bupati Bangka H. Tarmizi Saat. Kebun yang berlokasi di areal persawahan tersebut merupakan salah satu cara untuk dijadikan selaan sebelum ditanami padi kembali. Jagung yang ditanam berjumlah kurang lebih 6.500 batang pada setengah hektar lahan dengan masa waktu 74 hari. Tampak hadir Danrem 045 Garuda Jaya, Kolonel Abdur Rahman, Dandim 0413 Bangka, Daniel S. Ketua Tim Penggerak PKK, Hj. Mina Tarmizi, kepala OPD, perangkat desa,  Gapoktan dan lainnya.
Bupati dalam sambutannya mengungkapkan panen jagung ini salah satu cara memanfaatkan lahan, sehingga semua lahan bisa ditanam dan dimanfaatkan.
"Kita ada lahan yang tidak bisa ditanam, termasuk juga di lahan kritis seperti bekas tambang seperti yang di Desa Pemali dan Desa Tutut yang ditanam dengan tanaman holtikultura, karena kita belajar dari padi yang bisa ditanam di lahan eks tambang," jelas bupati.
Diuraikan orang nomor satu di Kabupaten Bangka ini, jagung yang ditanam ini merupakan lahan miliknya namun dikelola oleh beberapa pegawainya, karena sekarang ini dirinya juga fokus pada tanaman lada.
"Jadi bupati ini harus memberi contoh, dan bukti sehingga masyarakatnya bisa mengikuti dan semangat menanam, hari ini kita panen jagung bersama, satu pohon bisa dua bongkol jagung, dan beratnya kurang lebih dua kilogram," urainya.
Selain itu juga, tanaman jagung yang ditanam pada areal persawahan ini merupakan salah satu siklus untuk memutuskan rantai hama atau penyakit. Akan tetapi lanjut mantan Sekda Bangka ini, lahan seusai panen jagung, sekitar bulan Agustus akan digarap bersama untuk ditanami padi.
"Saya sudah pesan pupuk kandang, kita pesan sudah 500 kilogram, kita rendam, campur dengan air, kita tebar dan tanam dengan padi nantinya, kita ingin kualitasnya lebih bagus tahun ini" jelasnya.
Terkait jagung, lanjut bupati, bisa dikerjasama dengan tanaman lain seperti ubi, dan lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka, Kemas Arfani Rahman menjelaskan, potensi tanaman jagung ini sangat besar untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kita mendapat amanah dari Pak Haris ini, untuk se-Bangka Belitung ini, sepertinya, 2.902 hektar itu ada di Bangka, dan tersebar untuk wilayah integrasi dengan perkebunan khususnya, sawit dan lada, ada 450 hektar, sisanya tanaman jagung hamparan, dan yang dibiayai pemerintah sekitar 750 hektar," kata Kemas.
Sekarang ini lanjut Kemas, pihaknya terus mengupayakan melalui provinsi untuk peralatan tanaman jagung, baik itu alat tanam maupun hand traktor dan lainnya.
"Tanaman jagung ini kita sedang mulai penanaman, dan kita himbau kepada para gabungan kelompok tani untuk jangan ragu dalam menanam jagung," pesannya.
Sementara itu, penanggungjawab Upsus Padi, Jagung dan Kedelai, Dr. Haris mengaku sangat sering datang ke areal persawahan yang ada di Gumang ini.
"Saya terus memantau lokasi ini, lahannya bagus, airnya bagus, tidak asin dan bisa ditanam sampai tiga kali dalam setahun, ada embungnya juga," kata Haris.
Haris juga mengatakan, panen jagung ini merupakan contoh riil dan bisa menjadi contoh dan memanfaatkan lahan.
"Kalau di Thailand, rajanya punya lahan di belakang istana, kalau mau dikembangkan di masyarakat, rajanya yang menanam dulu, bagus apa gak, sekarang kita melihat contoh riil, bupatinya menanam langsung, dan harus kita tiru," katanya.
Dikatakannya juga, untuk target luas tanam jagung yang terbesar ada di Bangka termasuk untuk tanaman padi.
"Jadi manfaatkan semua, dan tahun ini mulai ada tanaman kedelai, butuh benih terbaik, badan litbang siap membantu, apalagi sekarang ada benih jagung Nasa 29, diberi nama oleh bapak Joko Widodo langsung, bongkolnya dua sudah 98 persen dan bisa dikembangkan," katanya.
Sementara itu, Danrem 045 Garuda Jaya, Kolonel Abdulrahman, mengatakan pihak. TNI terus memberikan motivasi, memberikan pendampingan, menggerakkan masyarakat untuk sama-sama memanfaatkan lahan.

"Lahan kita masih banyak dan produktif, serta subur dan bupati telah memberikan bukti, kalau di Jawa berebut lahan, dan hal ini sangat luar biasa, tinggal pengelolaannya sehingga dapat meningkatkan produksi" katanya.

Sumber: 
Dinkominfotik
Penulis: 
Lutfi Adam
Fotografer: 
Lutfi Adam
Editor: 
Lutfi
Tags: 
Berita Daerah