Mau Ibadah Umrah, Masyarakat Wajib Tahu Lima Pasti Dari Kemenag

Pelaksanaan ibadah umroh merupakan hak bagi semua masyarakat. Namun terkadang dalam proses pelaksanaannya sering terjadi hal yang tidak diinginkan sehingga penyelenggaraan tur umroh dan haji banyak yang bermasalah. Terkait hal tersebut, baru-baru ini Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim, kementerian yang dipimpinnya tengah membagun sistem untuk menghindari penyelenggara tur umroh dan haji yang bermasalah.
Di Kabupaten Bangka minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah umroh dan haji sangat tinggi. Hal ini diakui oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bangka, H. Nasution. Menurutnya bagi masyarakat yang ingin berkat haji dan umroh yang menggunakan biro perjalanan haji, harus memperhatikan beberapa hal sehingga tidak terjadi permasalahan.
"Ada beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat untuk menunaikan ibadah haji dan umroh yang menggunakan jasa travel, harus tahu 5 (lima) pasti dari Kementerian Agama dan dapat diakses melalu situs http://haji.kemenag.go.id/v2/basisdata/daftar-ppiu,," ungkap Nasution, Kamis (4/1/18) di Sungailiat.
Menurut Nasution, kelima pasti dalam melaksanakan ibadah umroh sehingga tidak terjadi masalah dan harus diperhatikan oleh calon jamaah, yakni yang pertama memilih travel perjalanan yang berizin umroh dan bisa ditanyakan langsung pada biro perjalanan tersebut atau bisa melihat situs Kementerian Agama. Kedua jamaah harus memastikan harga dan paket perjalanan umroh yang wajar, dan jika perlu dibandingkan antara satu biro dengan biro yang lain. Dan ketiga adalah menyiapkan visa keberangkatan dari waktu yang jauh dari keberangkatan. Keempat lanjut Nasution adalah menanyakan kepada biro mengenai waktu keberangkatan, termasuk berkumpul, peswatnya dan tujuan mendarat di Arab Saudi. Dan yang kelima adalah kepastian akan tinggal dan hotel yang digunakan selama di Tanah Suci.
"Kita harapkan masyarakat untuk dapat memilih biro perjalanan yang telah berizin dan terpecaya," saran Nasution.
Diakui Nasution, sekarang ini masih ada biro perjalanan yang nakal dan menipu masyarakat untuk beribadah umroh, sehingga terjadi masalah.
"Selama ini kalau yang mau berangkat tidak pernah melapor ke kita, karena sifatnya langsung ke pusat, untuk itu bagi masyarakat yang berkeinginan berangkat umroh, harus mengetahui Lima Pasti tersebut," ingatnya.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim terkait ibadah haji dan umroh, kementeriannya akan membangun aplikasi berbasis elektronik yang diberi nama Sistem Informasi Pemantauan Terpadu Umroh dan Haji yang disingkat Sipatu. Sistem ini nantinya akan mewajibkan setiap penyelenggara perjalanan ibadah umroh atau biro travel umroh memasukkan data terkait penyelenggaraan umroh, seperti nama jamah, hotel, maspakai penerbangan, dan lainnya. Hal ini merupakan alat kontrol agar tidak ada biro travel yang menelantarkan jamaahnya atau tidak menyepakati ketentuan yang telah dijanjikan.

Sumber: 
Dinkominfotik
Penulis: 
Lutfi Adam
Fotografer: 
Lutfi Adam
Editor: 
Lutfi
Tags: 
Berita Daerah