Mahasiswa UBB Dapat Kuliah Umum Tentang Pajak Dari KP2KP Sungailiat

Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Sungailiat Kabupaten Bangka memberikan kuliah umum tentang perpajakan bagi mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB), Jumat (10/3/2017) di Aula Gedung Fakultas Ekonomi Kampus UBB Balunijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Kuliah umum yang mengambil tema "Tak Kenal Pajak maka Tak Taat" ini diberikan langsung oleh Kepala KP2KP Sungailiat, Tiung Florinda, SE, MSi sebagai pembicara utama dan kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi UBB, Renni.
"Kita memberikan kuliah umum tentang perpajakan, terutama teknik-teknik perhitungan perpajakan, dan lainnya, sehingga mahasiswa lebih mengerti, paham dan bisa mempraktekkan langsung antara teori dan prakteknya," ungkap Tiung Florinda dalam rilisnya.
Lebih lanjut Tiung menjelaskan, kegiatan kuliah umum bagi mahasiswa UBB ini merupakan suatu kegiatan sinergi antara Direktorat Jenderal Pajak (DjP) dengan perguruan tinggi untuk menumbuhkan kesadaran terhadap para calon Wajib Pajak melalui inklusi pendidikan yang diharapkan nantinya pada saat mereka menjadi Wajib Pajak akan menjadi wajib pajak yang patuh dan mengerti tentang perpajakan.
"Kita ingin masyarakat menjadi wajib pajak yang patuh dan mahasiswa jika sudah mengetahui tentang perpajakan
dapat menerapkan tentang perpajakan ini dan taat pajak," urai Tiung.
Dijelaskan Tiung lebih lanjut, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut Momarandum of Understanding (MoU) antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam hal ini Kanwil DJP Sumsel Babel dengan Universitas Bangka Belitung melalui program Tax Centre yang sudah dilaksanakan sejak tahun lalu.
"Program Tax Centre ini sudah dilaksanakan sejak tahun lalu, salah satunya dengan Universitas Bangka Belitung ini dengan memberikan kuliah umum ini," katanya.
Selain tentang program tax centre, KP2KP juga menyampaikan tentang teknik-teknik perhitungan pajak dan PSAK 46 tentang akuntansi pajak penghasilan dalam hal adanya beda tetap dan beda temporer yang menyebabkan adanya pajak tangguhan serta perhitungan rekonsiliasi pajak yang menyebabkan koreksi fiskal positif dan negatif dan pengisiannya di SPT Tahunan PPh Badan. Kedepan juga Tiung berharap tentang kerjasama ini dapat terwujud sinergi lebih kuat, berlanjut dan lebih baik lagi dalam rangka peningkatan kepatuhan dan penerimaan pajak untuk pembangunan negara Indonesia tercinta.

"Semoga masyarakat kita bisa patuh tentang pajak dan bisa untuk mensejahterakan masyarakat," tukas Tiung.

Sumber: 
Dinkominfotik
Penulis: 
Lutfi Adam
Fotografer: 
ist
Editor: 
Lutfi
Tags: 
Berita Daerah