Khotib DR Isnaini : Idul Fitri Membebaskan Belenggu Peselisihan

Takbir, Tahmit dan Tahlil yang dikumandangkan ketika Idul Fitri merupakan bentuk rasa kemenangan, yakni kemenangan yang paling besar melawan hama napsu di bulan Ramdhan  dan kembali suci seperti bayi yang baru lahir ke dunia menghapus dosa – dosa yang telah lalu dalam bentuk penghambaan tidak ada Tuhan selalin Allah.

“ Kalimat Takbir, Tahmit dan Tahlil yang dikumandangkan adalah ungkapan yang tulus bentuk dari pembebasan napsu yang tak terkendali merupaka fitroh dari hakikat seorang manusia,” kata Dr Isnaini S.Ag, M.Ag ketika menyampaikan Khotbah Idul Fitri 1438 H, Minggu (25/6) di masjid Agung Sungailiat.

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN ) Raden Fatah Palembang ini menjelaskan, penegakan Tauhid dalam kalimat Laillahhaillaallah, tiada Tuhan selalin Allah merupakan kalimat pembebasan yang sangat dalam  untuk membebaskan manusia dari semua bentuk, karena hanya Tuhan yang yang wajib disembah.

“ Bentuk Tauhid itu yaitu beribadah kepada Allah  dan memurnikan ketaatan hanya kepada Allah,” jelasnya.

Khotib mengajak aeluruh jamaah untuk menjadikan Hari Raya Idul Fitri sebagai k strategi kemenangan orang – orang tinggi dan murni ibdahnya serta kemurnian kemenagan yang diperoleh tidak banyak artinya bila tidak diarahkan kepada kelompok ummat Islam sesuai hukum serta kehidupan Islami dan ajaran Tauhid.

Momentum perayaan Idul Fitri dapat dijadikan sebagai awal yang baik, menghimpun dan mengorganisir  potensi ummat Islam yang muslim itu yang sesuai dengan hakikatnya.

Ia juga menyoroti berbagai peristiwa hukum yang terjadi akibat tidak bisa menutup safwat intelektual seperti dapat disaksikan melalui media massa  saat ini, ada yang ditangap KPK karena menyogok,  minta keringan hukum, berada di tempat maksiat dan lain sebagainya hal ini terjadi pada bulan suci Ramdhan oleh arena itu kita memiliki musuh bersama  yaitu kebodohan, kemiskinan iman, akhlak dan harta dari ketidaktaatan terhadap hukum – hukum Allah SWT.

Menurutnya, apa yang diperingatkan Allah kepada ummat  terdahulu, sekarang dan yang akan datang seperti terjadi krisi kejujuran, ketimpangan sosial dalam kondisi yang tidak kondusif, sepeti bencana longsor, kecelakaan lalulintas dan lain – lain  cobaan dari Allah itu karena manusia  banyak kufur nikmat diantaranya menyembah selain Allah, mengkultuskan seseorang  serta mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan umat sehingga berorientasi kepada kebodohan.

“ Karena itu saatnya kita berbagi dalam kebaikan di Idul Fitri ini dengan saling bersilaturahmi, memperbaiki hubungan sesama muslim, saling memaafkan kesalahan dimasa lalu tanpa ada sekat karena jabatan, suku, warna kulit dan sebagainya,”ungkapnya.

Menurut Khotib Dr Isnaini, tradisi silaturahmi dalam Idul Fitri bukan hanya memperkuat tradisi silaturahim, Ukhwah Islamiah, Ukhwah Wathoniah tetapi mampu membebaskan diri umat islam dari belenggu yang dibuatnya sendiri sehingga terjadi perselisihan yang dipertontonkan diantaranya antara eksekutif dan legeslatif dapat dilihat media massa.

Ditengah ratusan jemaah yang memadati masjid Agung Sungailiat, baik didalam masjid maupun di halaman masjid, juga turut serta dalam sholat Ied yakni Bupati Bangka Tarmizi Saat.

Kesempatan itu sebelum berlangsungnya sholat Idul Fitri Bupat Tarmizi Saat dihadapan para jamaah menyampaikan sambutan yang diantaranya menilai sebagai yang diberikan amanah di kabupaten Bangka bahwa seluruh masyarakat Islam di kabupaten Bangka telah menunjukkan dari awal Ramdhan sudah memberikan contoh yang baik hingga 1 Syawal1438 H membuat kondisi berjalan baik dan tertib.

Pemkab Bangka dalam kegiatan Safari Ramadhan, dijelaskan Bupati termasuk yang ia lakukan diluar jadwal Safari Ramdhan telah mengunjungi 32 desa, semuanya dalam kondisi tenang dan beribadah dengan baik.

“ Bila dalam kepemimpinan kami selama satu tahun terakhir ini kurang baik dirasakan masyarakat, bahwa itu adalah tanggung jawan saya, kita berharap dimasa mendatang semakin lebih baik, semakin memberikan pelayanan terbaik karena saat ini pemerintah yang membutuhkan rayat, bukannya rakyat yang membutuhkan pemerintah,” ungkap Tarmzi.

Dikatakannya, selama Idul Fitri hingga hari ke tiga akan open house di rumah dinas sebagai rumah rakyat, oleh sebab itu dipersilakan kepada masyarakat untuk hadir saling memaafkan, “ minta maaf segala tingkahlaku saya, wakil Bupati, Sekda dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bangka, mulai dari Camat, Kepala Desa, Kaur, Kadus, RT bila masih kurang dalam pelayan kepada masyarakat tentu itu menjadi tanggungkawab saya  di Kabupaten Banga ini,” cetusnya.

Sebelum dimulainya sholat Idul Fitri H. Saipul Zohri atas nama Pengurus Yayasan Masjid Agung Sungailiat dan Badan Pelaksana Pengelola Masjid Agung menyampaikan Selamat Idul Fitri dan permohonan maaf kepada seluruh jamaah.

Sedangkan Unit Pelayanan Zakat Masjid Agung Sungailiat  telah menerima Zakat Fitra, Zakat Mal, Fidiah, Infaq dan sadaqoh.

Diantaranya zakat fitra dalam bentuk uang dengan total Rp. 44 juta lebih dari 1.478 Muzaki, Zakat Mal Rp 69 juta lebih, Infak dan sadaqoh Rp 22 juta lebih dan Fidia Rp 10 juta lebih.(*)

 

Sumber: 
Humas Bangka
Penulis: 
Rustian Al Ansori
Fotografer: 
Rustian Al Ansori
Editor: 
Rustian Al Ansori
Tags: 
Warta Berita