Kelurahan dan Desa di Bangka Dukung Gerakan Hidup Sehat

Mendukung pencapaian visi pembangunan nasional 2005 - 2025 yaitu Indonesia yang mandiri maju, adil dan makmur  telah ditetapkan program pengembangan Desa Siaga.

Dalam upaya pencapaian visi dan misi tersebut ditetapkan strategi salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan melalui kerjasama nasional dan global, memantapkan peran masyarakat sebagai subyek atau penyeleggara dan pelaku pembangunan kesehatan, meningkatkan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat.

Bupati Bangka diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Tedy Sudarsono mengatakan, kegatan yang dilakukan dengan strategi yang berbasis model pendekatan dan kebersamaan tersebut adalah berupaya memfasilitasi percepatan dan pencapaian  peningkatan derajat kesehatan bagi seluruh penduduk dengan mengembangkan kesiapsiagaan  di tingkat desa yang disebut desa siaga.

Ketika membuka pertemuan forum desa dan kelurahan siaga aktif se kabupaten Bangka, Selasa (25/7) di Sungailiat, Tedy Sudarsono menjelaskan, dalam tatanan otonomi daerah, pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif merupakan salah satu urusan  wajib pemerintah  kabupaten dan pemerintah kota yang kemudian diserahkan pelaksanaan ke desa dan kelurahan.

“ Pengembangan desa dan kelurahan siaga merupakan tanggungjawab kepala desa atau lurah, oleh karena itu peran kepala desa atau lurah beserta jajarannya dan tokoh masyarakat akan semakin besar ke depan untuk mempercepat terwujudnya desa dan kelurahan sehat,” ungkap Tedy Sudarsono.

Dari 77 desa dan kelurahan se Kabupate Bangka yang menempati strata tertinggi  yaitu strata mandiri, diantaranya desa Air Ruai, Air Duren, Neknang, Kapuk, Mangka, Bukit Layang, Dalil, Riau Silip, Riau, Jada Bahrin, Kayu Besi, Labu, Tanah Bawah dan Zed

Sedangkan desa yang masuk strata terendah yaitu strata pratama diantaranya, seluruh kelurahan di kabupaten Bangka, desa Sempan, Cit, Pangkal Niur, Berbura, Deniang, Cengkong Abang, Kace, Rukam dan Air Buluh.

Diakui Bupati Bangka yang diwakili Tedy Sudarsono, proses pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian khususnya dibidang kesehatan memerlukan suatu proses yang harus dilakukan oleh masyarakat sendiri dengan menyiapkan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan, bencana dan kedaruratan kesehatan secara mandiri, sehingga desa dan kelurahan siaga mencapai kondisi siaga aktif yang sesungguhnya.

Untuk itu perlu dilakukan pertemuan forum desa dan kelurahan siaga aktif di kabupaten Bangka  yang bertujuan untuk menngkatkan kesadaran dan kepedulian pemerintah desa atau kelurahan dan pemuka masyarakat terhadap desa atau kelurahan siaga aktif yang tercermin dari keberadaan dan keaktifan bersama forum desa siaga.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehtan Kabupaten Bangka Then Suyanti menjelaskan, kegatan tersebut diikuti 151 peserta merupakan lurah, kepala desa dan bidang se kabupaten Bangka.

Nara sumber berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka.

Kesempatan itu Asisten Pemerintahan dan Kesra Tedy Sudarsono mebacakan surat edaran Bupati Bangka tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan penandatangan peluncuran Germas dan PIS PK Kabupaten Bangka.(*)

 

Sumber: 
Humas Bangka
Penulis: 
Rustian Al Ansori
Fotografer: 
Hendra
Editor: 
Rustian Al Ansori
Tags: 
Warta Berita