Kades se Kabupaten Bangka Ikuti Workshop Desa Wisata

Sungailiat - Pengelola desa wisata Kembang Arum, Yogyakarta memberikan workshop proses dan kiat - kiat mendirikan desa wisata kepada para kepala desa di kabupaten Bangka.

Selain Kades turut serta dalam workshop  diantaranya Direktur Bumdes, aparatur desa, PKK, pelaku wisata dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Bangka berjumlah 130 orang peserta.

Kepala Dinas sosial dan Pemdes Kabupaten Bangka Arman Agus menjelaskan, menghadapi terbentuknya Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata di kabupaten Bangka, yang rencananya akan dibangun di kawasan pantai Timur Sungailiat, perlu dukungan seluruh lapisan masyarakat untuk terwujudnya pembangunan pariwisata di kabupaten Bangka.

Menurut Arman, pembangunan pariwisata juga perlu adanya desa wisata, karena itu didatangkan pengelola desa wisata Kembang Arum untuk memberikan pembekalan dalam workshop sehingga para peserta dapat mengetahui bagaimana kiat membentuk desa wisata yang saat ini ada 62 desa di kabupaten Bangka.

Sementra itu Pengelola desa wisata Kembang Arum Hery Kustiyatno menilai kabupaten Bangka memiliki potensi alam yang mendukung untuk pengembangan pariwisata seperti pantai, hutan, perbukitan, kuliner, budaya dan lain - lain.

“ Bangka ini kaya, dengan etos kerja masyarakatnya sangat tinggi yang memiliki keistimewaan,” kata Hery Kustiyatno.

Desa wisata adalah bentuk bangunaan atraksi, akomundasi, yang disajikan dalam kegiatan masyarakat dengan tradisi yang masih berlaku.

Dijelaskannya, atrasi yang dilakukan masyaralat dengan segala aktifitasnya merupakan dukungan utama kegiatan pariwisata, serta didukung fasilitas yang ada seperti tempat rekreasi, tempat menginap dan lain - lain dalam sajian yang tetap mengedepankan tradisi yang masih berlaku, yakni kerifan lokal.

Menurutnya, potensi wisata yang ada di kabupaten Bangka masih bisa dikembangkan dengan nilai jual yang lebih tinggi, seperti diantaranya hasil perkebunan yakni lada..

“ Kalau kita mengemas Lada dengan baik, tidak seperti saat ini Lada tidak dikemas dijual begitu saja harganya murah, namun bila dikemas harganya bisa berlipat ganda,” ujar Hery.

Ia menginginkan desa - desa di kabupaten Bangka dapat menjadi desa wisata, seperti halnya desa Kembang Arum yang merupakan desa miskin mulanya saat ini telah berhasi menjadi desa wisata yang meraih sejumlah penghargaan di tingkat nasional, yang juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dari kunjungan wisatawan ke derah tersebut. (Pemkab Bangka)

Sumber: 
Humas dan Protokol
Penulis: 
Rustian Al Ansori
Fotografer: 
Humas dan Protokol
Editor: 
Rustian Al Ansori
Tags: 
Berita Daerah