Generasi Muda, Agen Pemersatu Umat

Bupati Bangka H. Tarmizi Saat mengharapkan para generasi muda harus bisa menjadi agen pemersatu (muwwahid), untuk semua kalangan.
"Menjadi generasi pemersatu umat bisa diambil dari generasi muda," ungkap bupati ketika menjadi narasumber kegiatan Dialog Pemuda Remaja Islam,
Implementasi Masjid sebagai generasi muwwahid (pemersatu) untuk mencegah konflik sosial masyarakat yang diselenggarakan Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Bangka. Selain itu juga sebagai narasumber kegiatan tersebut, perwakilan dari Polres Bangka, Ketua Stisipol Pahlawan 12 dan Ketua KNPI Kabupaten Bangka.
Bupati dalam pencerahannya menjelaskan generasi muda harus bisa mencintai agama dan menjadi koridor dalam menjalani hidup di dunia ini.
"Harus bisa ilmu agama, dan harus bisa memfilter apa yang baik atau buruk untuk pribadi dan kepentingan lainnya," ungkap bupati.
Selain itu juga, untuk membekali benting diri dan mental, bupati mengharapkan generasi muda untuk mencintai Al quran dan bisa mengamalkannya.
"Kita ada program Gemmar Mengaji, One Day One Juz, dan lainna, dan bisa juga nanti, One Day One Hadist, sehingga bisa menjadi bekal untuk kita," katanya.
Sekarang ini juga, lanjut bupati, dirinya terus mendukung dan membantu berdirinya 100 Rumah Quran Violet sehingga bisa menghasilkan para ahli Al quran di Kabupaten Bangka.
"Kita berusaha dan bertahap, karena komitmen kita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan ilmu agama dan ilmu dunia juga," katanya.
Sementara itu, Ketua Stisipol Pahlawan 12 , Dr. Darol Arkum mengatakan, peran pemusa dewasa ini sangat penting untuk mengisi pembangunan terutama di Kabupaten Bangka.
"Kalian dituntut untuk bergerak cepat dan maju, dan bisa menjadi penyumbang ide terbesar untuk pembangunan," katanya.
Darol juga berharap, pemuda juga harus peka terhadap lingkungan sehingga bisa menjadi bahan untuk membuat hal semakin maju.
"Silahkan berkreatif dan bisa menjadi agen perubahan untuk bangsa," katanya.
Sementara itu, Ketua KNPI Bangka, Syarli Nopriansah mengatakan, pemuda atau remaj harus mampu memfilter apa yang menjadi berita terutama di dunia maya, atai media sosial.
"Filter bagi kita, apakah bermanfaat bagi kita atau tidak, berita hoax diabaikan saja," tegasnya.

Kegiatan dialog pemuda ini diikuti semulah pemuda dari berbagai BKPRMI sekecamatan di Kabupaten Bangka. Rohis sekolah dan lainnya juga.

Sumber: 
Pemkab Bangka
Penulis: 
Lutfi Adam
Fotografer: 
Lutfi Adam
Editor: 
M Khadafi
Tags: 
Berita Daerah