Bila Dikelola, Bekas Lahan Tambang pun Bisa Jadi Potensi Wisata

Sungailiat – Pengembangan tempat wisata harus terjalin kolaborasi antara potensi yang sudah dimiliki oleh Desa dengan Skill dan kemampuan SDM masyarakatnya. Karena apapun potensi desa dapat dijadikan desa wisata, bahkan termasuk daerah bekas tambang yang dianggap tidak berpotensi.

Karena hal ini menurut  Pengelola Desa Wisata Kembang Arum Yogyakarta yang juga sebagai Pengembang Desa Wisata seluruh Indonesia, Hery  Kustriyatmo, pemanfaatan Desa Wisata dapat diterapkan melalui dua cara yakni dengan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) yang potensial maupun tidak potensial.

“Sebenarnya ada sesuatu yang  tertanam pada pemikiran kita selama ini, bahwa pemanfaatan SDA untuk dibangun Desa Wisata harus dari lahan yang potensial, akan tetapi saya ambil contoh bahwa lahan bekas tambang, bekas bencana alam bahwa yang dianggap tidak berpotensipun mampu kita jadikan Desa wisata, alam ini beragam loh tidak ada yang tidak mungkin selagi kita mau untuk membangunnya,”ungkap Hery saat ditemui usai kegiatan Workshop Proses dan Kiat – Kiat Mendirikan Desa Wisata, Rabu (08/08/18) di OR Bangka Bermartabat, Setda Bangka.

Lebih jauh Heri menjelaskan bahwa disinilah peran strategis dari hubungan kolaborasi yang harus terjalin antara potensi yang ada di Desa dengan ­skill  atau kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) lewat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang ada pada setiap daerah yang berbeda.

“Tidak dapat kita pungkiri bahwa setiap daerah tentu memiliki potensi yang berbeda, oleh sebab itu disinilah hal penting yang harus diingat bahwa tentu kolaborasi dari ­skill SDM harus disesuaikan dengan potensi yang ada di Desa, ya misalkan potensi Desa tertentu memiliki kekayaan flora, maka SDM pun harus berperan aktif didalam mengelola bagaimana pemanfaatan potensi yang telah disediakan oleh alam tersebut, ya salah satunya dengan adanya peran Pokdarwis ini,” tambah Hery

Setelah itu menurut Heri, baru Penerapan unsur Sapta Pesona  untuk pengembangan Desa Wisata ini menjadi kunci dasar untuk membangun serta memajukan Desa Wisata di daerah.

“Ada banyak langkah yang dapat kita ambil dapat membangun serta memajukan Desa Wisata ini, nakan tetapi hal yang paling penting yang harus diperhatikan adalah penerapan kita tentang bagaimana dan sejauh mana penerapan unsur sapta pesona itu sendiri. Kita tahu bahwa unsur sapta pesona adalah aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan, dan itu merupakan prinsip utama yang saya pakai selama ini,” jelasnya Hery.

Kemudian tak lupa Hery berharap bahwa Kabupaten Bangka yang memiliki ragam kekayaan alam dapat lebih menumbuhkembangkan Pokdarwis – Pokdarwis yang baru untuk mengelola Desa Wisata pada setiap daerah yang ada.

“Iya tentu ini merupakan potensi sekali ya bahwa Kabupaten Bangka ini kan sangat kaya akan sumber daya alamnya yang beraneka ragam, tentu Pokdarwis – Pokdarwis baru pasti akan terpancing untuk terbentuk pada setiap daerahnya, iya itu harapannya,”tutupnya.

Acara Workshop Proses dan Kiat – Kiat Mendirikan Desa Wisata yang berlangsung satu hari tersebut dihadiri oleh segenap Kepala Desa se Kabupaten Bangka dengan mendatangkan pemateri dari Pengelola Desa Wisata Kembang Arum Yogyakarta yang juga sebagai Pengembang Desa Wisata seluruh Indonesia, Hery Kustriyatmo. (Pemkab Bangka).

Sumber: 
Dinkominfotik
Penulis: 
Dede Sukmana
Fotografer: 
Dede Sukmana (Dinkominfotik)
Editor: 
Khadafi
Tags: 
Berita Daerah