Santunan Kematian

Pemerintah Kabupaten Bangka pada tanggal 1 Maret 2009 mulai memberlakukan program santunan kematian untuk mensukseskan dan mewujudkan Visi Bangka Idaman (Ideal dalam Pelayanan, Amanah dalam Pemerintahan dan Anti terhadap Kemiskinan).

 Santunan kematian maerupakan pemberian bantuan dukacita oleh Pemerintah Daerah kepada ahli waris berdasarkan adanya penduduk yang meninggal dunia. Bentuk santunan yang akan diberikan kepada ahli waris berupa uang tunai sebesar satu juta rupiah.

 Pemberian santuan kematian tersebut sebagai wujud bela sungkawa dan duka cita Pemerintah Daerah terhadap penduduk yang meninggal dunia dengan memberikan keringanan dan bantuan duka cita kepada ahli waris yang terkena musibah kematian. Dengan tujuan untuk memberikan bantuan dalam meingankan beban dan tanggung jawab ahli waris atas musibah kematian tersebut.

 Adapun syarat-syarat penduduk yang berhak mendapatkan santunan kematian tersebut antara lain :

  1. Berdomisili di wilayah Daerah;
  2. Memiliki KTP Daerah yang masih berlaku;
  3. Meninggal dunia dengan sebab apapun;
  4. Diajukan oleh ahli waris kepada Pemerintah Daerah.

 

Sedangkan tata cara pengajuan santunan kematian yaitu, pemberian santunan kematian dapat dilakasanakan berdasarkan surat permohonan yang ditandatangani ahli waris penduduk yang meninggal, ditujukan kepada Bupati Bangka c.q. Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat. Kemudian surat permohonan tersebut harus disertai dengan melampirkan KTP asli penduduk yang meninggal yang masih berlaku, surat keterangan kematian dari Kelurahan atau Desa termpat berdomisili, surat keterangan / pernyataan sebagai ahli waris yang dilegalisir oleh Kelurahan atau Desa tempat berdomisili, fotocopy kartu keluarga penduduk yang meninggal dunia yang dilegalisir oleh Kelurahan atau Desa tempat berdomisili. Jika KTP hilang harus melampirkan surat keterangan hilang dari kepolisian di wilayan tempat berdomisili.

 Selanjutnya berdasarkan surat permohonan dan berkas yang disampaikan, Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat akan menguji kelengkapan berkas permohonan tersebut dan menyampaikan kepada bendahara untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

 Pengajuan berkas permohonan santunan kematian paling lambat 14 (empat belas) hari sejak penduduk yang bersangkutan meninggal dunia.

 Setelah berkas permohonan santunan kematian tersebut disetujui, maka penyerahan santunan kematian dilaksanakan dengan berita acara serah terima yang ditandatangani oleh Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat. Sedangkan bentuk acara serah terima disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

 Dana yang diperlukan bagi pemberian santunan kematian tersebut deibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun anggaran berjalan. Oleh karena itu, besarnya santunan kematian tersebut dapat ditingkatkan sesuai dengan kemampuan keuangan Daerah, yang ditetapkan Keputusan Bupati Bangka.